Maya mengatakan, kesiapan pihaknya bersama pedagang adalah hal yang wajar. Dia mengatakan, pengelolaan persampahan di Pasar Induk Lau Cih ini telah berlangsung setiap hari.
“Pencanangan ini membuat kami untuk lebih meningkatkan kinerja. Apa yang menjadi kekurangan dalam penanganan kebersihan dan pengelolaan sampah pasar akan kita perbaiki,” ungkapnya.
BACA JUGA: Ketersediaan BOR Tinggi, Langkah Bobby Nasution Tanggulangi Covid-19 Dipuji
Terkait pengolahan sampah, Maya menerangkan, setelah berjualan para pedagang mengumpulkan sampahnya. Sampah ini tidak diangkut lagi ke TPA, namun dibawa petugas kebersihan akan membawa sampah ke tempat pengolahan sampah yang berlokasi di bagian belakang Pasar Lau Cih.
“Sampah itu dibawa ke tempat pengolahan di belakang. Itu kami namakan kuburan sampah. Di sana ada sampah yang baru dan yang lama. Sampah yang baru difermentasi, disemprot dengan cairan mikroba, paling lama empat belas hari,” sebutnya seraya menambahkan sampah yang dari Pasar Bakti dan Sentosa Baru direncanakan juga akan dibawa ke tempat pengolahan sampah Pasar Induk Lau Cih.
Penetapan kawasan pasar bersih ini juga mendapat dukungan dari pedagang. N. Ginting salah seorang pedagang di Pasar Induk Lau Cih ini mengatakan, dengan bersihnya pasar pembeli akan merasa nyaman.
Dia menilai, apa yang kebijakan Bobby Nasution mencanangkan kawasan pasar bersih ini sudah tepat dan sangat membantu pedagang.
“Kalau pasar ini bersih, pembeli akan nyaman. Pasar ini akan menjadi pilihan bagi masyarakat untuk berbelanja memenuhi kebutuhan. Kami pedagang pun terbantu,” ungkapnya.
Dia pun berjanji mendukung tindak lanjut pencanangan kawasan pasar bersih ini, khususnya di Pasar Induk Lau Cih. “Ini tempat kami berjualan, tentu kebijakan ini harus kami dukung,” ucapnya.(Alian)








