Pembangunan Rigit Beton Menuju PLTU Labuhan Angin Diduga Asal Jadi

Pembangunan Rigit Beton Menuju PLTU Labuhan Angin Diduga Asal Jadi
Foto: Jalan Rigit Beton menuju Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin, pembangunannya amburadul dan terkesan mengabaikan mutu pekerjaan pekerjaan.

TAPTENG | kliksumut.com – Jalan Rigit Beton menuju Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin di Kelurahan Tapian Nauli II, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, proses pengerjaanya mulai dilaksanakan. Namun, pembangunannya amburadul dan terkesan mengabaikan mutu pekerjaan.

Pantauan Wartawan saat proses pengerjaan Rabu (25/10/2023) yang lalu, material yang dituang dari truk mixer hanya mengandung pasir dan semen. Diduga tidak ada campuran batu pecah, krikil sebagai bahan utama rigit beton.

Dugaan lainya, material yang diangkut truk mixer bukan dari proses produksi batching plant. Tampak dilokasi pengecoran material diolah didalam truk mixer dengan menggunakan air parit menggunakan mesin pompa.

Berdasarkan wawancara dari warga sekitar, A Hutagalung kepada wartawan mengaku sejak awal pengerjaan Rigit Beton tidak ada proses pengerasan. Warga yang melintas sekedar mengabadikan pengerjaan juga mendapat tekanan dari pengawas proyek.

“Jalan sebelumnya itu sudah rusak parah dan berlumpur. Saat memulai pengerjaan rigit beton juga tidak ada pengerasan. Warga yang ingin memfoto juga dilarang,”ungkap Hutagalung.

Bacaan Lainnya

Pada Senin (30/10/2023) dilokasi proyek tidak lagi tampak proses pengerjaan jalan. Beberapa orang pekerja hanya mengali tanah disisi badan jalan rigit beton yang sebagian sudah dikerjakan. Saat ditanya penyedia jasa pekerjaan, pekerja menjawab jika proyek tersebut miliki PLN.

“Proyek PLN bang, kalau kontraktornya marga Siregar,”ujar seorang pekerja yang tak ingin namanya disebut.

Terkait pembangunan rigit benton menuju PLTU Labuhan Angin, Tri Budi Arsa, Pemerhati konstruksi di Sibolga-Tapteng, menyampaikan terdapat banyak kejanggalan dalam proses pengerjaan.

“Jika rigit beton, seharusnya memakai campuran split 2-3, kalau tidak, ya tidak memenuhi standar kwalitas yang ditetapkan,”ucapnya.

Ia mangaku, juga sudah terjun ke lokasi proyek dan menemukan beberapa kejanggalan dalam proses pengerjaanya.

“Hasil dari peninjauan kami, diduga tidak dilakukan pengerasan. jika itu tidak dilakukan (Pengerasan) saat terjadi pergeseran tanah dikhawatirkan rigit betonnya bisa patah,”ungkapnya.

Kejanggalan lainya lanjut Tri, rigit beton yang dibangun tidak memiliki patahan. Hal paling utama, beton yang diaplikasikan harus diproduksi melalui batchig plant.

“Apalagi dalam pembangunan rigid beton itu tampak langsung menyambung tidak ada patahan atau parit kecil pemisah. Bahkan dalam pengalaman saya bekerja pada salah satu PT konstruksi belum menemukan pembangunan rigid model seperti ini. Jika ini dibenarkan saya perlu belajar kembali dengan rekanan yang mengerjakan proyek di jalan PLTU tersebut mana tahu ada metode baru dalam pembangunan rigit. Paling utama yang perlu diketahui beton yang diproduksi harus dari batchig plant,”sebutnya.

Manenger PT PLN Indonesia Powor Labuhan Angin, Berlinson Haloho belum berhasil dikonfirmasi tekait dugaan pengerjaan jalan rigit beton menuju PLTU Labuhan Angin abaikan mutu pengerjaan. Saat dikonfirmasi kembali Rabu (1/11/2023) melalui whatsapp, pesan yang disampaikan sudah tidak terhubung.(red)

Pos terkait