MEDAN | kliksumut.com – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) memberikan sosialisasi pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai immunomodulator. Saat ini, akibat COVID-19, dunia tengah menghadapi krisis kesehatan global dan sosial ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di Indonesia, kehidupan jutaan anak dan keluarga seakan terhenti.
Pembatasan sosial dan penutupan sekolah berdampak pada pendidikan, kesehatan mental, dan akses kepada pelayanan kesehatan dasar. Pandemi COVID-19 yang terjadi di awal bulan Desember 2019 hingga saat ini membuat sebagian besar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan.
Beberapa langkah telah dilakukan dalam upaya pencegahan penularan COVID-19 seperti penggunaan masker, jaga jarak, selalu cuci tangan pakai sabun, menggunakan hand sanitizer dan lain – lain. Dalam upaya pemeliharaan kesehatan untuk selalu menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh salah satu caranya dengan mengonsumsi obat herbal, tradisonal dan suplemen kesehatan agar terhindar dari serangan penyakit, termasuk COVID-19.
BACA JUGA: Memberikan Peluang Usaha, Dosen Fakultas Farmasi USU Berikan Pelatihan Pembuatan Sabun
Ketua Tim PKM Fakultas Farmasi USU Mahatir Muhammad, S. Farm., M. Si., Apt, bersama tim pengabdian yaitu Muhammad Fauzan Lubis, M. Farm. Apt. dan Dr. Henni Cintya, S.Si bersama melakukan sosialisasi pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Immunomodulator dengan masyarakat lingkungan 7, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sabtu (11/9/2021).

“Pemanfaatan TOGA merupakan salah satu upaya mendukung Program Indonesia Sehat yang mengedepankan paradigma sehat, yakni menekankan pada tindakan promotif dan preventif sebagai upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pemanfaatan TOGA diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mencari solusi untuk masalah kesehatan secara mandiri sebagai upaya pertolongan pertama dalam keluarga, memelihara kesehatan, meningkatkan kesejahteraan serta sebagai sumber penyedia bahan baku obat tradisonal. Disamping itu keberadaan TOGA juga menjadi sarana pelestarian dan penghijauan sehingga menambah keindahan lingkungan,” ujar Mahatir Muhammad, S. Farm., M. Si., Apt.
Sejalan dengan hal tersebut Muhammad Fauzan Lubis, M. Farm. Apt. juga mengatakan bahwa perlu mengonsumsi gizi lengkap dan seimbang, istirahat yang cukup, olahraga teratur, tidak merokok, hindari alkohol, jangan sampai dehidrasi.
BACA JUGA: Dosen Fakultas Farmasi USU Melaksanakan Pengabdian Masyarakat Di Desa Pematang Ganjang
Dr. Henni Cintya, S.Si menuturkan bahwa pentingnya masyarakat memiliki pengetahuan tentang khasiat TOGA dan menguasai cara pengolahannya dapat membudidayakan tanaman obat keluarga (TOGA) secara individual dan memanfaatkannya sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga.
Kedatangan tim pengabdian masyarakat Fakultas Farmasi USU disambut dengan baik dan penuh dengan antusias masyarakat. Selama kegiatan berlangsung seluruh peserta menerapkan protokol Kesehatan dengan disediakannya masker dan hand sanitizer. Para peserta berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menambah wawasan terkait manfaat tanaman obat keluarga untuk meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi ini. (red)








