Pantau Harga Pangan Ramadan 2026, Bapanas Sidak Pasar Jatinegara

Pantau Harga Pangan Ramadan 2026, Bapanas Sidak Pasar Jatinegara
Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mengintensifkan pemantauan harga pangan pokok strategis hingga ke tingkat pasar rakyat guna memastikan stabilitas harga dan kelancaran distribusi selama bulan suci Ramadan 2026.

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mengintensifkan pemantauan harga pangan pokok strategis hingga ke tingkat pasar rakyat guna memastikan stabilitas harga dan kelancaran distribusi selama bulan suci Ramadan 2026. Kali ini, pengecekan dilakukan langsung di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, pada Sabtu (28/2/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan bahwa secara umum harga pangan di pasar relatif sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP), meskipun terdapat beberapa komoditas yang masih sedikit di atas ketentuan.

“Saya bersama tim dari Pasar Jaya sudah melihat langsung harga beberapa komoditas. Daging sapi di belakang saya ini Rp135.000 sampai Rp140.000 per kilogram. Telur sekitar Rp30.000 sampai Rp31.000, masih sedikit di atas HAP. Daging ayam sangat bagus, bahkan di bawah HAP, harga karkasnya Rp36.000 sampai Rp38.000,” ujar Ketut.

Ia menambahkan, harga bawang merah masih terpantau tinggi di kisaran Rp55.000 per kilogram, meskipun di pasar induk mulai menunjukkan tren penurunan. Sementara cabai rawit merah berada di sekitar Rp100.000 per kilogram dan mulai mengalami penurunan harga.

“Cabai merah keriting relatif sesuai HAP di angka Rp40.000. Bawang putih Rp35.000 dan gula masih sesuai dengan HAP. Mudah-mudahan ini bisa kita jaga terus dengan kolaborasi bersama Pasar Jaya agar harga tetap terkendali,” lanjutnya.

BACA JUGA: Bapanas Pertahankan Kewajaran Harga Wujudkan Ramadan Nyaman Bersama

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, berikut beberapa harga komoditas strategis:

Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Jatinegara, Hilal, menyampaikan bahwa ketersediaan stok relatif aman menjelang Ramadan.

“Kalau buat stok cukup sih. Harapannya sih bisa ada pengketatan harga aja. Jadi kita bisa jual lebih murah, nggak mahal. Jadi daya beli masyarakat bisa lebih terjangkau,” ujarnya.

Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) M3 Februari 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), DKI Jakarta mencatatkan nilai IPH sebesar -0,3 persen. Angka ini menunjukkan tekanan harga yang relatif terkendali dibandingkan bulan sebelumnya.

Komoditas dengan andil negatif terdalam di DKI Jakarta antara lain bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Hal ini sejalan dengan hasil pemantauan di Pasar Jatinegara, di mana harga daging ayam ras dan telur ayam ras relatif stabil dan mendekati HAP.

BACA JUGA: Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pangan 2026, Bapanas dan Bulog Siapkan 664,8 Ribu Ton Beras dan 132,9 Juta Liter Minyakita

Kondisi ini mengindikasikan bahwa upaya stabilisasi harga yang dilakukan pemerintah bersama pemangku kepentingan dan pelaku usaha mulai menunjukkan hasil positif. Meski demikian, komoditas yang masih berada di atas HAP akan tetap menjadi perhatian serius untuk mencegah potensi gejolak harga yang dapat merugikan konsumen.

Bapanas menegaskan akan terus memperkuat pengawasan dan koordinasi dengan pengelola pasar serta Satgas Pangan guna memastikan masyarakat dapat mengakses bahan pangan dengan harga wajar selama Ramadan 2026.

Dengan pemantauan intensif dan sinergi lintas sektor, stabilitas harga pangan diharapkan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait