Morfem, Band Rock Alternatif Jakarta yang Lahir dari Kejenuhan hingga Jadi Ikon Musik Underground Indonesia

Morfem, Band Rock Alternatif Jakarta yang Lahir dari Kejenuhan hingga Jadi Ikon Musik Underground Indonesia
Morfem adalah band rock alternatif asal Jakarta yang terbentuk tahun 2009, dikenal dengan perpaduan punk rock, power pop, dan gitar bising khas underground Indonesia.

KLIKSUMUT.COMDi tengah perkembangan musik independen Indonesia, nama Morfem menjadi salah satu grup yang konsisten menghadirkan warna berbeda di kancah musik underground. Band ini terbentuk pada tahun 2009 di Jakarta dan dikenal dengan karakter musik yang energik, bising, namun tetap melodis.

Morfem berawal dari kejenuhan sang vokalis, Jimi Multhazam, terhadap aktivitas bermusik bersama band new wave sebelumnya, The Upstairs. Dari titik inilah, muncul keinginan untuk mengeksplorasi warna musik yang lebih liar dan bebas.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Monkey Boots: Perjalanan Band Ska Jakarta dari Era Cover hingga 20 Tahun Berkarya

Pada tahun yang sama, Jimi bertemu dengan Pandu (gitaris) dan Freddie (drummer) di sebuah acara musik atau gig. Pertemuan tersebut menjadi awal lahirnya inisiasi pembentukan Morfem sebagai sebuah band baru dengan identitas yang lebih segar dan eksploratif.

Sejak awal kemunculannya, Morfem membawa konsep musik yang memadukan rock alternatif dengan elemen punk rock, power pop, hingga distorsi gitar yang khas dan “berisik”. Kombinasi ini membuat mereka cepat dikenal di kalangan penikmat musik indie dan skena alternatif Indonesia.

BACA JUGA: Mojoe: Band Lintas Negara yang Sukses Lewat Album “Uluwatu” dan Menghilang dari Industri Musik

Dengan gaya musik yang jujur, mentah, dan penuh energi, Morfem berhasil membangun identitas kuat di tengah industri musik yang terus berkembang. Lirik-lirik mereka yang sederhana namun penuh makna juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para pendengarnya.

Hingga kini, Morfem tetap dikenal sebagai salah satu band yang konsisten mempertahankan karakter musiknya tanpa banyak kompromi terhadap tren industri. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait