KLIKSUMUT.COM – Nama Mojoe mungkin tak lagi sering terdengar di industri musik saat ini. Namun pada pertengahan 1990-an, band ini sempat mencuri perhatian lewat karya mereka yang unik dan berkelas internasional.
Mojoe merupakan kelompok musik yang dibentuk di Indonesia, tetapi beranggotakan para musisi asal Belanda. Formasi band ini terdiri dari Rudy (vokal), Jose (drum), Arnold (bass), dan Gino (gitar). Perpaduan latar belakang budaya tersebut menjadikan musik mereka memiliki warna tersendiri di kancah musik Indonesia saat itu.
Pada tahun 1995, Mojoe merilis album bertajuk Uluwatu di bawah label Hemagita Record. Album ini diproduseri oleh Sendjaja Widjaja sebagai Executive Producer, serta melibatkan Indra Qadarsih sebagai mixing engineer yang digarap di Studio I.Q. Kamar Musik.
Proses rekaman album dilakukan di ABC Mill Hill Studio, menunjukkan keseriusan produksi dengan standar internasional.
BACA JUGA: Mocca Band: Sejarah, Personel, dan Perjalanan Karier Grup Indie Legendaris Asal Bandung
Album “Uluwatu” berisi 11 lagu yang sebagian besar menggunakan lirik berbahasa Inggris. Namun, satu lagu berbahasa Indonesia berjudul “Melepas Rindu” justru menjadi andalan dan ditetapkan sebagai best cut dalam album tersebut.
Menariknya, album ini juga menghadirkan dua lagu daur ulang dari musisi legendaris dunia, yakni “Day Tripper” milik The Beatles dan “Johnny B. Goode” yang dipopulerkan oleh Chuck Berry.
Kombinasi lagu original dan cover tersebut membuat album “Uluwatu” terasa variatif sekaligus menarik bagi penikmat musik lintas genre.
Kesuksesan Mojoe semakin terasa saat lagu “Melepas Rindu” berhasil menembus berbagai tangga lagu radio di Indonesia. Lagu ini sempat menjadi hits dan dikenal luas oleh pecinta musik Tanah Air pada masanya.
BACA JUGA: Minni: Grup Musik Pop Indonesia dengan 9 Personel yang Tetap Eksis Sejak 2011
Meski sempat mencatatkan kesuksesan, perjalanan Mojoe di industri musik terbilang singkat. Setelah merilis album “Uluwatu”, seluruh personel band kembali ke Belanda. Sejak saat itu, kiprah mereka di dunia musik praktis menghilang dan tidak terdengar lagi kabarnya hingga kini.
Kisah Mojoe menjadi salah satu cerita unik dalam sejarah musik Indonesia—sebuah band lintas negara yang sempat bersinar, namun kemudian redup tanpa jejak. (KSC)
TIM REDAKSI





