Mocca Band: Sejarah, Personel, dan Perjalanan Karier Grup Indie Legendaris Asal Bandung

Mocca Band: Sejarah, Personel, dan Perjalanan Karier Grup Indie Legendaris Asal Bandung
Mocca merupakan salah satu grup musik indie paling berpengaruh di Indonesia yang berasal dari Bandung.

KLIKSUMUT.COMMocca merupakan salah satu grup musik indie paling berpengaruh di Indonesia yang berasal dari Bandung. Band ini dikenal dengan warna musik unik yang memadukan pop, swing jazz, dan nuansa retro ala 60-an.

Mocca beranggotakan Riko Prayitno (gitar), Arina Ephipania (vokal dan flute), Achmad Pratama (bass), dan Indra Massad (drum).

Bacaan Lainnya

Cikal bakal Mocca dimulai pada akhir 1990-an ketika Arina Ephipania dan Riko Prayitno bertemu sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Nasional Bandung. Keduanya sempat tergabung dalam band kampus sebelum akhirnya memutuskan membentuk grup sendiri karena perbedaan visi bermusik.

Pada sekitar tahun 1999, mereka bertemu dengan Indra Massad dan Toma yang kemudian bergabung memperkuat formasi awal Mocca. Nama Mocca mulai dikenal publik setelah mereka merilis lagu “Secret Admirer” dalam album kompilasi Delicatessen (2002), yang langsung mencuri perhatian penikmat musik indie.

Kesuksesan awal Mocca berlanjut lewat album debut mereka, My Diary (2002), yang dirilis di bawah label Fast Forward Records. Album ini sukses besar di pasaran.

Sejumlah lagu seperti Secret Admirer dan Me and My Boyfriend menjadi hits dan sering diputar di radio maupun televisi. Video klip “Me and My Boyfriend” bahkan meraih penghargaan Best Video of The Year di ajang MTV Indonesia Music Awards 2003.

BACA JUGA: Minni: Grup Musik Pop Indonesia dengan 9 Personel yang Tetap Eksis Sejak 2011

Tak hanya di Indonesia, Mocca juga menembus pasar internasional dengan menandatangani kontrak bersama label Jepang Excellent Records. Mereka turut berkontribusi dalam album kompilasi Pop Renaissance dengan lagu “Twist Me Around”.

Pada tahun 2005, Mocca merilis album kedua bertajuk Friends. Dalam album ini, mereka berkolaborasi dengan musisi legendaris Indonesia Bob Tutupoly serta duo asal Swedia Club 8.

Popularitas Mocca terus meningkat hingga menjangkau pasar Asia seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. Mereka juga menggarap soundtrack film Catatan Akhir Sekolah karya Hanung Bramantyo serta serial televisi Fairish the Series.

Mocca kemudian merilis mini album Untuk Rena, terinspirasi dari film karya Riri Riza. Lagu seperti “Happy!” dan “Sebelum Kau Tidur” menjadi bagian dari soundtrack film tersebut.

Pada tahun 2007, mereka kembali merilis album ketiga Colours yang menampilkan eksplorasi musik lebih luas, termasuk lagu cover dari Björk dan The Carpenters, serta kolaborasi dengan Pelle Carlberg.

Pada tahun 2011, Mocca sempat vakum ketika Arina Ephipania menetap di Amerika Serikat. Namun, mereka kembali aktif pada 2014 dengan merilis album Home.

BACA JUGA: Merpati Band: Perjalanan Grup Pop Rock Indonesia dari Ciamis ke Panggung Nasional

Album tersebut menjadi penanda kebangkitan Mocca di industri musik sekaligus awal dari karya-karya baru mereka yang terus dinantikan penggemar.

Mocca dikenal dengan penggunaan lirik berbahasa Inggris, yang dipilih untuk memudahkan penulisan serta menyesuaikan karakter musik mereka yang ringan, ceria, dan bernuansa retro.

Dengan perjalanan panjang dan konsistensi dalam berkarya, Mocca tetap menjadi ikon musik indie Indonesia yang berhasil menembus pasar internasional. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait