KLIKSUMUT.COM | ACEH SELATAN – Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Kabupaten Aceh Selatan menghadapi kondisi yang memprihatinkan. Sebanyak 230 santriwan dan santriwati terpaksa diliburkan selama dua hari akibat krisis air bersih. Sekolah Boarding School ini belum memiliki instalasi air permanen, sehingga kebutuhan mandi, wudhu, dan buang hajat di MCK terganggu.
Krisis air bersih di MUQ Aceh Selatan sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Upaya solusi darurat pernah dilakukan semasa Penjabat (Pj) Bupati Aceh Selatan bertugas, dan sempat berhasil. Namun, instalasi air kembali mengalami kerusakan, sehingga air bersih kini kembali langka.
BACA JUGA: Gedung Sekolah Rusak Parah, Siswa SD di Aceh Selatan Tetap Semangat Belajar
Direktur MUQ Aceh Selatan, Dr. (C) Tgk. Muhammad Ridho Agung, S. Pd, M.Ag, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses belajar mengajar harus dihentikan sementara.
“Atas persetujuan UPTD Dinas Pendidikan Dayah, para santri diliburkan selama dua hari akibat krisis air bersih, ini menjadi persoalan serius, termasuk kekurangan tenaga guru asrama yang bertugas ful 24 jam. Diliburkan sejak Rabu, 5 November 2025 kemarin,” ujar Tgk. Muhammad di Tapaktuan, Kamis, (6/11/2025).
MUQ Aceh Selatan menampung 230 santri yang menempuh pendidikan jenjang SMP dan SMA, termasuk pengajian, hapalan Al-Quran, dan pembelajaran Kitab. Santri juga tinggal di asrama, yang kini terdampak langsung akibat krisis air bersih.
BACA JUGA: Hampir 4 Tahun Tanpa Perawatan, Bangun SMAN 2 Meukek Aceh Selatan Rusak Parah
Selain krisis air, MUQ juga kekurangan tenaga guru, terutama untuk pengasuhan santri di asrama. Saat ini, hanya ada empat guru asrama (2 pria dan 2 wanita) yang bekerja penuh selama 24 jam untuk membimbing dan menjaga seluruh santri.
“Untuk guru asrama, kami sudah berulang kali mengusulkan kepada pihak UPTD Dinas Pendidikan Dayah, namun belum ada respon dari tahun ke tahun,” tambah Tgk. Muhammad.
Tingkat pendidikan SMP di MUQ terdiri dari enam rombongan belajar (Rombel), begitu pula jenjang SMA sebanyak enam Rombel, dengan 30 tenaga pengajar ASN dan non-ASN yang mengajar dari pukul 08.00 hingga 12.30 WIB.
BACA JUGA: Ratusan Siswa SMKN 3 Sibolga Gelar Unjuk Rasa, Tuntut Fasilitas Sekolah yang Layak
Pendidikan Al-Quran dibimbing 15 guru dalam dua sesi: pagi pukul 06.00–07.00 WIB dan sore pukul 17.00–18.00 WIB. Sedangkan pengajian atau pembelajaran Kitab di malam hari hanya dibimbing lima ustadz pukul 21.00–22.00 WIB.
“Yang paling butuh penambahan adalah guru asrama, kalau empat orang memang tidak maksimal bekerja ful selama 24 jam penuh tanggung jawab, kemudian tenaga pengamanan (Satpam) hanya satu orang untuk menjaga dan menertibkan semua lini. Dua persoalan ini menjadi hal prioritas untuk diperhatikan oleh UPTD dan pemerintah daerah,” jelas Tgk. Muhammad.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala UPTD MUQ Aceh Selatan sekaligus Kabid Kurikulum di Dinas Dayah Aceh Selatan, Ismail, belum memberikan tanggapan, meski telah dikonfirmasi melalui sambungan telepon. (KSC)
REPORTER: Dahyati








