KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Pimpinan Kementerian Keuangan Republik Indonesia kembali menegaskan pentingnya penguatan budaya integritas sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara. Penegasan tersebut disampaikan dalam diskusi bersama pimpinan Kemenkeu yang digelar di Aula Mezanine Kementerian Keuangan, Jumat (6/3/2026).
Dalam forum tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa integritas merupakan faktor paling penting dalam menentukan keberhasilan pengelolaan keuangan negara.
Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah, khususnya kebijakan fiskal mulai dari pengelolaan pajak, kepabeanan dan cukai, belanja negara hingga pembiayaan negara, pada akhirnya bermuara pada satu hal utama, yaitu kepercayaan publik.
“Karena kita mengelola uang negara, uang rakyat, pajak, bea cukai, belanja negara, pembiayaan. Tapi ujungnya cuma satu yang menentukan semua itu jalan atau tidak, yaitu kepercayaan publik,” ujar Menkeu dikutip dari laman Kementerian Keuangan, Minggu (8/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Menkeu menegaskan bahwa integritas tidak boleh dipandang sebagai slogan atau sekadar formalitas administratif.
Ia menilai integritas merupakan fondasi utama bagi legitimasi kebijakan negara di mata masyarakat.
“Integritas itu bukan slogan, integritas itu fondasi kepercayaan publik kepada negara,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menkeu mengingatkan bahwa pembangunan integritas tidak dapat dicapai hanya melalui perubahan struktur organisasi ataupun pergantian pejabat. Integritas, menurutnya, harus tercermin melalui praktik nyata dalam setiap tugas dan kebijakan yang dijalankan aparatur negara.
BACA JUGA: Gerakan Pangan Murah di Kebumen Diserbu Warga, Harga Sembako Lebih Murah dari Pasaran
Ia juga menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kinerja para pimpinan dan aparatur negara dalam menjaga integritas institusi.
“Saya pikir ke depan Indonesia amat bergantung kepada kinerja Anda semua. Kalau kita gagal, NKRI-nya akan rusak. Saya minta Anda bekerja keras untuk mewujudkan hal itu supaya anak cucu kita bisa hidup lebih enak dan makmur di Indonesia,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menekankan bahwa integritas institusi berawal dari integritas pribadi setiap pegawai.
Ia mengajak seluruh pimpinan dan aparatur negara untuk kembali meneguhkan komitmen integritas dalam menjalankan tugas. Bahkan menurutnya, nilai integritas juga harus dijaga oleh lingkungan keluarga.
“Integritas kita dimulai dari diri. Jadi integritas institusi dimulai dari diri kita masing-masing. Kita pahami bukan hanya sebagai individu, tetapi juga sebagai keluarga, sehingga keluarga kita pun dapat saling mengingatkan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menilai bahwa berbagai kemajuan telah dicapai Kementerian Keuangan dalam membangun integritas institusi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap integritas aparatur negara terus meningkat sehingga upaya perbaikan harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kalau kita lihat dari waktu ke waktu, sudah banyak kemajuan di Kementerian Keuangan. Tapi ekspektasi masyarakat itu lebih dari itu. Jadi apa yang sudah baik harus dipertahankan,” ujar Juda.
BACA JUGA: APBN Indonesia Tetap Tangguh Hadapi Gejolak Global
Melalui forum konsultasi pimpinan ini, Kementerian Keuangan Republik Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya integritas di seluruh lini organisasi.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan pengelolaan keuangan negara dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas. (KSC)
TIM REDAKSI





