MEDAN | kliksumut.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan menetapkan, T-Nol (Si Balkot) sebagai Maskot dan Ayo Nyoblos menjadi Jingle Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Tahun 2020.
Ketua KPU Kota Medan, Agussyah Ramadani Damanik menjelaskan, sesuai hasil penjurian, maskot yang dipilih adalah karya Hadi Oki Cahyadi, sebuah karya berbentuk Balai Kota Lama Kota Medan yang diambil dengan angle sudut bangunan dan diberi nama T-Nol atau Si Balkot. Sedangkan jingle, ditetapkan lagu berjudul Ayo Nyoblos karya Mahyudi ST.
Baca : KPU Sumut Raker Soal Anggaran Tahun 2020 dan Evaluasi Pemilu 2019
“T-Nol (Si Balkot) yang berbentuk Balaikota Lama dengan angle sudut gedung karya Hadi Oki Cahyadi dan lagu Ayo Nyoblos karya Mahyudi ST, ditetapkan sebagai maskot dan jingle Pilkada Kota Medan 2020. Penetapan itu berdasarkan hasil penilaian dewan juri yang dipilih dari luar KPU Kota Medan,” kata Agussyah di Kantor KPU Kota Medan, Jalan Kejaksaan, Senin (23/12/2019) malam.
Selanjutnya, KPU Kota Medan akan melauncing maskot dan jingle Pilkada Kota Medan 2020 secara resmi pada Februari atau awal tahun 2020 mendatang. Selain peluncuran, akan dilakukan juga karnaval untuk memperkenalkan maskot dan jingle itu ke warga Kota Medan.
Agussyah mengapresiasi seluruh peserta lomba desain maskot dan jingle yang ikut berpartisipasi. Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap karya seni yang sudah didaftarkan seluruh peserta, KPU Kota Medan melalui proses penjurian yang independen, akhirnya hanya bisa memilih satu maskot dan satu jingle untuk dipakai.
“Semua karya seni yang sudah mendaftar bagus-bagus. Juri cukup kesulitan dalam pengambilan keputusan karena hanya satu yang bakal digunakan sebagai maskot dan jingle. Untuk itu kami sangat mengapresasi antusiasme seluruh peserta yang telah berpartisipasi mensukseskan Pilkada Medan 2020,” tutur Agussyah.
Baca : Hasil Riset Hoaks Terhadap Pemilu : KPU Harus Punya Unit Siber Anti Hoaks
Sebelumnya, KPU Kota Medan telah menetapkan tiga juri lomba desain maskot dan tiga juri lomba jingle. Untuk lomba maskot, juri terdiri dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara (USU) Dr Budi Agustono, kartunis dan juga praktisi komunikasi Muhammad Harris Putra dan Seniman Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU) Teja Purnama. Sedangkan lomba jingle, juri terdiri dari Ketua KPU Provinsi Sumatera Utara Herdensi Adnin, Bambang P. Handoko seniman etnomusikologi yang juga praktisi di bidang musik dan Ibnu Avena seorang antropolog yang juga musisi. Seluruh juri telah melakukan proses penjurian sejak akhir November 2019.(cu)








