MEDAN | kliksumut.com – Persidangan dugaan tindak pidana Penyiksaan yang dialami Hendra Syahpurta (Korban) sangat mengejutkan dan membuka tabir baru apa yang sebenarnya dialami Korban. Sidang yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Medan ruang Cakra 8 sangat mengejutkan masyarakat khususnya kota Medan.
Dalam sidang dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penutut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Medan menjelaskan adanya dugaan keterlibatan anggota kepolisian a.n LS terkait Penyiksaaan yang dialami Hendra Syahputra, sehingga mengakibatkan meninggalnya korban dengan keadaan Tengkorak Kepala Retak.
BACA JUGA: LBH Medan Laporkan Hakim PN Medan Ke Mahkamah Agung RI
“Bukan hanya disiksa, parahnya korban dipaksa masturbsi pakai balsem serta mengalami pemerasan oleh sesama tahanan yang diduga atas perintah LS yang notabenenya merupakan penjaga RTP (Rumah Tahanan Polisi) Polrestabes Medan. Dalam dakwaan JPU a.n Pantun Marojahan Simbolon terugkap jika Hendra Syahputra dipaksa oleh tahanan bernama Rizki untuk masturbasi pakai balsem,” jelas Wakil Deriktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Irvan Saputra, SH.,MH bersama Bagus Satrio, SH dalam keterangannya secara tertulis di terima kliksumut.com, Sabtu (11/6/2022).
Irvan juga menjelaskan bahwa menyikapi penyiksaan yang sangat keji dialami Hendra Syahputa, LBH Medan sebagai lembaga yang konsern terhadap penegakan hukum dan Hak Asasi Manusia mendesak Kapolda Sumut & Kapolrestabes Medan untuk mengatensi dan mengusut tuntas perkara a quo.
“Dikarenakan bukan kali ini saja adanya keterlibatan anggota Kepolisian dalam dugaan Penyiksaan. Masih segar diingatan kita masyarakat Sumatera Utara khususnya kota Langkat terkait Penyiksaan yang diduga dilakukan oleh Bupati Langkat dkk juga diduga adanya keterlibatan anggota Kepolisian. Hal ini mengambarkan banyak dugaan keterlibatan anggota Kepolisian dalam perktek Penyiksaan di Sumatera Utara. sehingga hal ini menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi Kapoldasu,” sebut Irvan dalam keterangannya.
Tambah Irvan bahwa LBH Medan meminta kepada Kapoldasu dan Kapolrestabes Medan untuk menindak tegas terhadap oknum kepolisian yang diduga terlibat dalam Penyiksaan Hendra Syahputra.
BACA JUGA: LBH Medan: Tumpukan Sampah Di Jalan Willem Iskandar/Pancing, Diduga Akibat Tidak Jalannya Perda
“Hal ini guna membuktikan adanya tanggung jawab hukum dan moral yang seyogyanya dilakukan Kapoldasu dan Kaporestabes Medan. Seraya menghindari prespektif negatif masyarkat terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia,” tambah Irvan dengan tegas.
Untuk itu Irvan melalui LBH Medan menduga tindak pidana Penyiksaan tersebut telah melanggar UUD 1945 Pasal 28 A, 28 I, KUHP Pasal 351 ayat (3), UU 39 Tahun 1999 tentang HAM Pasal 4, UU No. 5 Tahun 1998 Tentang Pengesahan Covention Againt Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment on Punishment (Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman lain yang Kejam,Tidak Manusiawi atau Merendahkan Martabat Manusia) dan Undang-undang No: 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR). (Wl)








