Laba Antam (ANTM) Melesat 171% Jadi Rp5,97 Triliun di Kuartal III/2025, Didorong Lonjakan Penjualan Emas dan Nikel

Laba Antam (ANTM) Melesat 171% Jadi Rp5,97 Triliun di Kuartal III/2025, Didorong Lonjakan Penjualan Emas dan Nikel
Emas

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Emiten tambang pelat merah, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), mencatat kinerja keuangan gemilang sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat melonjak 171,41% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp5,97 triliun hingga kuartal III/2025, dibandingkan Rp2,2 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, penjualan bersih Antam juga meningkat 66,72% YoY menjadi Rp72,02 triliun hingga 30 September 2025, dari sebelumnya Rp43,2 triliun. Dari total tersebut, penjualan domestik mendominasi dengan kontribusi 96% atau Rp69,31 triliun.

Segmen emas tetap menjadi tulang punggung utama Antam, dengan kontribusi sekitar 81% terhadap total penjualan. Penjualan emas mencapai Rp58,67 triliun, naik 64% YoY, didorong peningkatan volume penjualan menjadi 34.164 kg (1.098.398 troy oz) atau tumbuh 20% YoY. Sementara produksi emas dari tambang Antam tercatat sebesar 590 kg (18.969 troy oz) sepanjang periode tersebut.

BACA JUGA: BPKN Panggil Manajemen Aqua untuk Klarifikasi Sumber Air, Ada Apa?

Selain emas, segmen nikel yang mencakup produk feronikel dan bijih nikel juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Penjualan nikel menyumbang 15% dari total penjualan atau setara Rp11,15 triliun, melonjak 83% YoY.

Produksi bijih nikel mencapai 12,55 juta wet metric ton (wmt), meningkat 72% YoY, sementara penjualan bijih nikel menembus 11,23 juta wmt, naik 97% YoY. Untuk produk hilir, produksi feronikel tercatat 13.309 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan sebesar 8.182 TNi.

Adapun segmen bauksit dan alumina berkontribusi sekitar 3% terhadap total penjualan, dengan nilai mencapai Rp1,95 triliun pada kuartal III/2025.

Direktur Utama Antam, Achmad Ardianto, mengatakan capaian kinerja yang solid ini mencerminkan kekuatan fundamental perseroan serta efektivitas strategi pengelolaan biaya dan peningkatan nilai tambah produk.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Pasar Saham Indonesia Anjlok Nyaris 3%: Konsultasi MSCI Soal Free Float Guncang IHSG

“Perusahaan tidak hanya berfokus pada peningkatan kinerja keuangan, tetapi juga pada penciptaan nilai jangka panjang melalui praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Ardianto dalam keterangan tertulis, Selasa (28/10/2025).

Dari sisi neraca, Antam membukukan total aset sebesar Rp48,07 triliun, dengan liabilitas Rp12,87 triliun dan ekuitas Rp35,19 triliun hingga akhir September 2025. Kinerja positif ini menegaskan posisi Antam sebagai salah satu perusahaan tambang terdepan di Indonesia, di tengah meningkatnya permintaan global terhadap logam mulia dan komoditas nikel. (KSC)

Pos terkait