Pasar Saham Indonesia Anjlok Nyaris 3%: Konsultasi MSCI Soal Free Float Guncang IHSG

Pasar Saham Indonesia Anjlok Nyaris 3%: Konsultasi MSCI Soal Free Float Guncang IHSG
Saham (Ilustrasi)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA –  Pasar saham Indonesia terguncang hebat pada perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 2,96% ke level 8.026,92, dipicu oleh kekhawatiran investor atas langkah lembaga global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka konsultasi publik terkait perubahan metodologi penghitungan free float di pasar saham Tanah Air.

Dalam laporan Daily Market Insight, Mirae Asset Sekuritas Indonesia menjelaskan bahwa MSCI sedang meninjau ulang cara menilai porsi saham beredar (free float) yang selama ini menjadi acuan utama dalam penentuan bobot indeks MSCI  indikator penting bagi investor institusional global.

“MSCI tengah melakukan konsultasi publik terkait penghitungan free float di pasar Indonesia. Rencananya, hasil konsultasi diumumkan pada 30 Januari 2026 dan mulai berlaku pada Mei 2026,” tulis Mirae Asset, Senin (27/10/2025).

Selama ini, MSCI hanya menggunakan data publik seperti laporan tahunan dan laporan kepemilikan saham perusahaan. Namun kini, lembaga tersebut mempertimbangkan untuk menambah referensi dari data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) agar penghitungan lebih akurat.

BACA JUGA: Harga Emas Hari Ini: Galeri 24 Tembus Rp 1,28 Juta per 0,5 Gram, Antam Belum Tersedia

Mirae Asset menjelaskan dua opsi yang sedang dikaji MSCI:

  1. Opsi pertama: Menggabungkan laporan publik perusahaan dan data KSEI dengan pengecualian saham kategori scrip, corporate, dan others. Opsi ini diperkirakan menurunkan turnover sekitar 13%.

  2. Opsi kedua: Mengecualikan hanya kategori scrip dan corporate, dengan dampak penurunan turnover lebih kecil, sekitar 5%.

    Bacaan Lainnya

Konsultasi ini memicu aksi jual masif di Bursa Efek Indonesia (BEI), terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang berpotensi terdampak penurunan bobot indeks MSCI.

“Ada potensi outflow untuk saham dengan free float rendah dan potensi inflow untuk saham dengan free float tinggi,” tulis laporan Mirae Asset.

Dari simulasi MSCI, penurunan bobot terbesar berpotensi terjadi pada PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

Beberapa saham besar di indeks MSCI mencatatkan koreksi tajam hari ini:

  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) turun 9,59% ke Rp1.980 per saham.

  • PT Petrosea Tbk. (PTRO) anjlok 11,89% ke Rp6.300 per saham.

  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) merosot 13,42% ke Rp88.200 per saham.

  • PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) milik Happy Hapsoro melemah 13,40% ke Rp6.950 per saham.

  • Saham milik Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), turun 12,36% ke Rp3.190 per saham.

  • Saham properti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) dan anak usahanya PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) juga melemah masing-masing 4,81% dan 6,53%.

BACA JUGA: OJK Dorong Literasi Keuangan, FinExpo 2025 Jadi Puncak BIK di Surabaya

Jika perubahan metodologi ini disetujui, analis memperkirakan akan terjadi rebalancing besar-besaran di pasar pada Mei 2026, saat implementasi kebijakan baru dimulai. Dana asing kemungkinan akan beralih ke saham dengan free float tinggi dan meninggalkan saham yang dianggap kurang likuid.

Langkah MSCI ini juga disebut-sebut sebagai upaya meningkatkan transparansi dan kredibilitas data kepemilikan saham di Indonesia, namun di sisi lain menimbulkan volatilitas jangka pendek yang signifikan di pasar. (KSC)

Pos terkait