MEDAN | kliksumut.com – RAP bocah 10 tahun yang jadi korban pencabulan oleh 10 orang pria diatas mobil pickup berwarna putih ditutup terpal berwarna biru, kini mulai menjalani pemeriksaan oleh Phisikiater.
Dengan didampingi oleh kuasa hukumnya Irwansyah Nasution SH dan rekan serta bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) Kabupaten Deli Serdang, RAP Pun dibawa ke Minauli Consulting di Jalan DI Panjaitan, Medan Petisah, Medan Sumatera Utara. Sabtu ( 4/9/2021).
Kepada awak media PA ( ibu RAP ) mengaku semenjak kejadian RAP cenderung tak mau bergaul dan ketakutan bila melihat mobil pickup.
BACA JUGA:POBSI Medan Instruksikan Atlet Jaga Kesehatan dengan Penerapan Prokes Saat Latihan
“Sekarang anak saya setelah kejadian itu merasa trauma dan tak mau bergaul juga bila melihat mobil pickup langsung ketakutan. Kalau disekolah memang anak saya kurang berprestasi namun ia adalah anak yang pintar bergaul. Bahkan malamnya setelah kejadian RAP tak mau makan dua hari dan muntah,’sebut ibu korban.
Lanjutnya lagi, sekarang setelah kejadian itu RAP selalu meminta ikut kemana pun saya pergi.
“Saya kerja di salah satu Perternakan ayam di kabupaten Deli Serdang, kerja dari jam 18,00 WIB hingga pukul 07.00 WIB, saya binggung bagaimana harus membawa anak kerja, kerja pun saya hanya berpenghasilan Rp 30.000/ hari itu pun belum ongkos angkot pulang dan pergi kerja setiap harinya. Makanya saya tak punya tempat tinggal tetap, selalu numpang sana-sini di rumah tekan dan sahabat serta kerabat,” ucap PA.
Korban Pencabulan Oleh 10 Orang Bertopeng Mulai Jalani Pemeriksaan Oleh Phisikiater








