Menurut Ketua Umum KONI Kota Medan, pertemuan dua jajaran pengurus KONI ini berlangsung sangat akrab, baik dalam menggali informasi maupun pemaparan. “Pertemuan berlangsung selama dua jam, dan kita puas karena sejalan dengan tujuan dari pertemuan. Banyak informasi yang kita gali dari KONI Kota Surabaya sebagai kota penghasil atlet berprestasi dan sangat dominan dalam kontribusi untuk provinsi Jatim,” ungkapnya.
Menurut Eddy Sibarani, KONI Kota Medan ingin mendapat masukan dari KONI Kota Surabaya. Antara lain juga karena KONI Surabaya sudah menunjukkan prestasi gemilangnya dengan enam kali beruntun menjadi juara umum Porprov Jatim sejak 2007 hingga 2019.
Baca juga: Perkara Ketua dan Anggota KAMI Digelar di PN Medan
Prestasi itu bisa dicapai karena KONI Kota Surabaya punya program jangka panjang, yakni Puslatcab yang atletnya direkrut dari para juara Porprov. Kejurda, atlet potensi/pantauan. Piala KONI Kota Surabaya, dan Piala Wali Kota Surabaya yang setiap tahun selalu digelar.
“Dan juga, visi KONI Kota Surabaya ternyata sudah menatap tahun 2032. Karena itu, Kota Medan harus terus bergerak cepat dalam upaya memajukan prestasi dan pembinaan olahraga di kota ini,” tambahnya. Seperti diketahui, Indonesia membidik menjadi tuan rumah Olimpiade pada 2032.
Baca juga: Kurir Sabu Berhasil di Ringkus Petugas Polsek Medan Timur Di Stasiun ALS
“Kita puas dengan dialog yang sudah berlangsung dan ke depannya juga akan menggelar dialog serupa dengan kota-kota lain di Tanah Air. KONI Kota Medan merasa perlu mencari dan mendapat masukan dari banyak pihak. Mengingat pada 2024 nanti saat Sumut menjadi tuan rumah PON XXI, sebagai ibukota provinsi Kota Medan tentu berperan serta dalam ikut mensukseskannya,” tutup Eddy Sibarani. (BNL)







