Ketua SMSI Firdaus Tegaskan Peran Strategis Pers Siber di Cilegon

Ketua SMSI Firdaus Tegaskan Peran Strategis Pers Siber di Cilegon
MONUMEN SIBER INDONESIA: Ketua SMSI, Firdaus, dan pengurus SMSI sejumlah daerah, berfoto dengan latar belakang Monumen Siber Indonesia di Cilegon, sebagai simbol perjuangan media digital. (FOTO: Ist)

KLIKSUMUT.COM | CILEGON ~ Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, mengunjungi Kota Cilegon untuk memperkuat peran pers siber sebagai pilar transformasi komunikasi nasional. Kedatangannya mendapat sambutan hangat dari Mantan Wali Kota Cilegon, Iman Ariyadi.

Hadir Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo, perwakilan Dewan Pers Yogi, dan Plt Sekda Ahmad Aziz Deti, ikut dalam penyambutan Firdaus.

Dalam kesempatan itu, Firdaus menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota (Pemko) Cilegon terhadap SMSI, khususnya terkait hadirnya Monumen Siber Indonesia yang menjadi simbol sejarah dan warisan besar bagi media digital di Tanah Air.

“Terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon yang telah mengapresiasi rekan-rekan SMSI. Monumen Siber Indonesia ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol nilai perjuangan, warisan, dan kekuatan transformasi komunikasi di seluruh Indonesia,” tegas Firdaus.

BACA JUGA: Sambut Peserta HPN 2026, Bazar UMKM Hingga Kesenian Tradisional Pandeglang Disajikan

Firdaus menegaskan monumen ini menjadi penghargaan atas perjuangan insan pers siber yang lahir dari kesunyian, dari jalan-jalan kecil penuh pengabdian, hingga menjadi bagian penting pembangunan bangsa.

Ia juga menyoroti tantangan besar dunia pers, termasuk stigma terhadap wartawan independen dan praktik kekuasaan yang mengabaikan idealisme jurnalistik.

“Kita ini turun ke dunia pers bukan sekadar pekerjaan, tetapi profesi mulia. Jurnalis itu bukan alat kekuasaan, melainkan cahaya bagi masyarakat,” tambah Firdaus.

Bacaan Lainnya

Jejak Panjang Perjuangan Media Siber

Firdaus mengenang perjalanan panjangnya sejak 2007, ketika ia melawan dominasi konglomerasi media besar. Ia memulai media online sebagai ruang baru bagi masyarakat di tengah dominasi media cetak. Perjuangan tersebut berlanjut hingga 2017, saat SMSI resmi menggelar deklarasikan di Cilegon sebagai tonggak kebangkitan media siber daerah.

BACA JUGA: Sambut Peserta HPN 2026, Bazar UMKM Hingga Kesenian Tradisional Pandeglang Disajikan

“Tahun 2017 SMSI lahir di Cilegon. Ini bukan kebetulan, ini sejarah. Dari kota industri ini, gagasan besar media siber nasional dirumuskan,” ungkapnya.

Firdaus menegaskan Cilegon memiliki peran strategis sebagai fondasi awal SMSI sebelum organisasi ini berkembang ke seluruh Indonesia, termasuk Papua.

“SMSI hari ini sudah ada di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Dari jalan sunyi menjadi cahaya bagi kita semua,” ujarnya.

Jurnalis Sebagai Dai, Pers Sebagai Pengabdian

Firdaus juga menekankan prinsip hidupnya bahwa jurnalis sejati adalah “dai”, yakni pembawa pesan kebenaran bagi rakyat. Ia menegaskan tidak pernah mengambil proyek dari APBD dan tetap konsisten pada jurnalisme murni.

BACA JUGA: Banten Jadi Tuan Rumah HPN 2026, Gubernur Andra Soni Optimistis Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata

“Alhamdulillah, saya tetap hidup di jalan jurnalistik. Meski jalan ini sunyi, saya yakin ini jalan pengabdian,” kata Firdaus.

Ia menutup dengan pesan bahwa pers harus melindungi rakyat kecil, mengawal demokrasi, dan menjaga nilai-nilai keadilan serta kebenaran.

Monumen Siber Indonesia: Warisan dan Inspirasi

Monumen Siber Indonesia kini menjadi simbol bahwa perjalanan media siber bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga perjuangan, idealisme, dan warisan untuk generasi mendatang.

Firdaus berharap monumen ini menginspirasi insan pers di seluruh Indonesia untuk tetap profesional, integritas, dan berpihak pada masyarakat.

“Ini legacy kita. Ini warisan untuk bangsa. Dari Cilegon, untuk Indonesia,” tegasnya. (KSC)

Pos terkait