Ketua DPRD Medan Apresiasi Kinerja Pemko Medan Dalam Upaya Atasi Banjir

Ketua DPRD Medan Apresiasi Kinerja Pemko Medan Dalam Upaya Atasi Banjir
Petugas kebersihan Pemko Medan melakukan perawatan saluran air.

MEDAN | kliksumut.com Demi mengatasi banjir ketika hujan lebat dan lama serta banjir kiriman dari hulu. Kini Wali Kota Medan dibawah kepemimpinan Muhammad Bobby Afif Nasution terus berupaya mencari solusi mengatasi banjir dengan berbagai cara.

Hal ini dikatakan, Hasyim SE Ketua DPRD Medan saat dikonfirmasi via selular. Kamis (24/03/2022). “Hal ini dapat kita lihat sendiri diinti kota Medan tepatnya dekat Lapangan Merdeka, terus dilakukan pengorek saluran agar tidak ada sumbatan saluran drainase,” katanya.

BACA JUGA: Ketua DPRD Medan Bangga Sama FEBI UIN Sumut

Lanjutnya, hal ini dapat juga di lihat didaerah jalan Pasar Merah tepat jembatan sungai Denai. Terlihat banyak saluran yang tidak terbuang ke Sungai. Ada juga saluran yang terpenuhi oleh sampah serta ada saluran yang sama sekali tidak berfungsi. “Semua ini berkat Kepala Dinas Perusahaan Umum (Kadis PU) bisa bersinergi dengan Walikota Medan,” jelasnya.

Ditambahkannya, dirinya juga apresiasi Topan Obaja Putra Ginting Kadis PU Medan yang mau meneriman pengaduan masyarakat terkait masalah banjir. “Sebagaimana pengaduan Warga Jalan Halat Gang Sari Lingkungan 14 Kelurahan Komat II Kecamatan Medan Area. Terkait masalah banjir sebentar saja gang tersebut langsung banjir,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepling Lingkungan 14 Indra Kelurahan Komat 2 Kecamatan Medan Area menerangkan masalah banjir dilingkungannya saat menghadiri Rapat Pleno Ranting dan Anak Ranting Lingkungan 14 Komat II PDI Perjuangan Kecamatan Medan Area. “Kami Warga dilingkungan ini merasa ketakutan jika hujan turun. Karena pada umumnya jika hujan lebat dan agak lama. Maka dapat dipastikan gang kami ini, akan banjir,” terangnya.

BACA JUGA: DPRD Medan Komisi III Akan Sidak Pasar Jelang Puasa

Dijelaskannya, Penyebab banjir ini dikarenakan parit yang dangkal. Dulu pernah dikorek oleh team P3SU (Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum) tapi dikorek sampahnya aja dan tidak dalam. Maka, diperlukan pengorekkan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum, biar dikorek lebih dalam lagi.

Ditambahkannya, dilingkungan 13 komat II ada rumah diatas parit yang masih satu aliran dari parit Lingkungan 14. “Itu juga bisa berdampak penyebab banjir,” ungkapnya. (Alian)

Bacaan Lainnya

Pos terkait