Ketua DPRD Labuhanbatu Tak Berkomentar Kunker DPRD di Pandemi Covid-19

Ketua DPRD Labuhanbatu Tak Berkomentar Kunker DPRD di Pandemi Covid-19
Kantor DPRD Kab. Labuhanbatu
Ketua DPRD Labuhanbatu Tak Berkomentar Kunker DPRD di Pandemi Covid-19
Kantor DPRD Kab. Labuhanbatu


LABUHANBATU | kliksumut.com – Ditengah wabah pandemi Covid-19 dan banyak kalangan memilih membatasi gerak, kalangan DPRD Labuhanbatu justru bakal “plesiran”. Diduga bakal menghamburkan uang rakyat dengan bertopeng kegiatan kunjungan kerja (kunker) ke berbagai daerah.

Informasi diperoleh, kalangan wakil rakyat Labuhanbatu mengagendakan kunker ke provinsi Sumatera Barat dan Riau, Menjadi tradisi setiap selesai pembahasan Nota keuangan Pemkab Labuhanbatu, lembaga legislatif juga “aji mumpung” mengambil bagian untuk kegiatan “penghamburan” uang rakyat.

Meski grafik kasus Covid-19 di Kabupaten Labuhanbatu terus meningkat, bahkan hingga per 30 september 2020 mencapai 481 kasus, bukan berarti membuat nyali anggota DPRD takut atau khawatir. Justru malah memanfaatkan momen untuk kegiatan perjalanan dinas keluar daerah.

Baca juga : Pilkada 2020, KPUD Labuhanbatu Umumkan Daftar 72 Akun Media Sosial Kampanye Palson

“Hingga 30 September jumlah kasus terus bertambah. Ini seharusnya menjadi peringatan untuk kita semua. Khususnya anggota DPRD Labuhanbatu. Perlu disikapi dengan kehati-hatian, mawas diri dan mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Termasuk membatasi gerak,” ungkap Ketua LSM Pelopor, Saiful Bahri Ritonga, Jumat (02/10/2020).

Dia mengimbau, legislatif sebagai lembaga terhormat tersebut agar lebih profesional, arif dan bijaksana. Dimana Labuhanbatu dengan tingkat kasus yang tinggi tersebut, seharusnya jangan turut membawa indikasi virus corona ke daerah lain. Artinya, anggota legislatif jika akan berangkat keluar daerah mesti menjalani test PCR Swab.

“Sebelum berangkat wakil rakyat harus memastikan diri tidak terinveksi Covid-19 agar tidak menularkan ke daerah Lain,” ujarnya

Kemudian tambah Syaiful, sekembalinya nanti ke Labuhanbatu wakil rakyat ini juga jangan membawa oleh-oleh virus corona dari luar daerah yang potensi menambah jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 ke Labuhanbatu.

“Untuk menghindari kemungkinan membawa virus dari luar daerah Labuhanbatu, maka anggota DPRD ini nantinya kita harapkan mengisolasikan diri, karantina secara mandiri. Agar tidak menginfeksi kekeluarga dan masyarakat sekitarnya. Ini harus menjadi perhatian kita bersama untuk memantau aktivitas anggota DPRD Labuhanbatu,” tukasnya.

Ironisnya juga lembaga Legislatif ini terkesan paling ngotot sejak awal untuk merefocusing anggaran dengan mengalihkan kepenanganan Covid-19. Maka juga mestinya mengefisienkan anggaran pengeluaran dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

“DPRD Labuhanbatu seharusnya bijaksana dalam anggaran. Jangan terlalu memaksakan kehendak diri dan kepentingan kelompok. Semestinya lebih mengutamakan hak masyarakat yang terdampak Covid-19 dengan mengalokasikan anggaran Bantuan Sosial Tunai (BST),” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Labuhanbatu Meika Siregar ketika dikonfirmasi melalui pesan serta seluler WhatsApp, sekaitan pengurus lembaga swadaya masyarakat menilai kegiatan DPRD Labuhanbatu dianggap telah melakukan pemborosan anggaran masih enggan berkomentar.

Baca juga : KPUD Labuhanbatu Tetapkan Nomor Urut Kelima Paslon Pilkada 9 Desember 2020

Ketika disinggung, sebelum keberangkatan melakukan kunker anggota DPRD Labuhanbatu harus menjalani test PCR Swab juga lebih memilih membaca konfirmasi wartawan tersebut.

Mirisnya, pengurus lembaga swadaya masyarakat meminta sepulangnya dari kunker seluruh anggota DPRD Labuhanbatu yang mencapai 45 orang harus diisolasi, Ketua DPRD Labuhanbatu Meika Siregar tidak menanggapi hingga pemberitaan diterbitkan. (MAHRA)

Pos terkait