KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong ekspansi pasar pariwisata Indonesia ke tingkat global. Kali ini, Kemenpar memfasilitasi pertemuan bisnis antara lima pelaku industri pariwisata Indonesia dengan 23 mitra strategis (buyer) asal Republik Korea dalam kegiatan Indonesia Business Matching (IBM) 2025, yang digelar di Jakarta pada Senin (10/11/2025).
Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan bisnis sekaligus memperluas jangkauan pasar pariwisata Indonesia di Korea Selatan dan kawasan Asia Timur.
“Republik Korea merupakan salah satu pasar utama pariwisata Indonesia. Melalui Indonesia Business Matching 2025, kami berharap hubungan bisnis antara pelaku industri pariwisata dapat semakin erat dan membuka peluang promosi yang lebih luas untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Indonesia,” ujar Bayu.
Dalam forum ini, para pelaku industri pariwisata Indonesia mendapat kesempatan mempresentasikan produk unggulan dan peluang kerja sama kepada 23 mitra strategis Korea Selatan. Beberapa perusahaan besar yang turut hadir di antaranya HanaTour Service Inc., Air Busan, Jeju Air, dan Lotte Tour Development.
BACA JUGA: Citilink Kembali Buka Rute Banda Aceh–Jakarta Mulai 15 Desember 2025
Selain mempromosikan destinasi populer seperti Bali, Yogyakarta, dan Labuan Bajo, kegiatan ini juga menyoroti Lombok sebagai destinasi unggulan baru dengan potensi besar dalam wisata bahari (marine tourism). Upaya ini sejalan dengan strategi Kemenpar untuk mendorong diversifikasi destinasi wisata serta pemerataan pertumbuhan pariwisata di seluruh Indonesia.
Deputy Chief of Mission KBRI Seoul, Ali Andika Wardhana, menegaskan dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul bersama Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan dalam mempromosikan pariwisata Indonesia di pasar Korea Selatan.
“Kami mendorong pelaku industri untuk mengembangkan paket wisata yang inovatif dan berkelanjutan agar dapat menarik minat wisatawan muda asal Korea Selatan,” ujar Ali.
Sementara itu, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kemenpar, Yulia, menuturkan bahwa IBM 2025 merupakan bagian dari rangkaian promosi global yang berfokus pada peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dengan pengalaman berwisata yang berkesan dan menginspirasi.
“Konsistensi promosi pariwisata melalui business matching dan berbagai program lainnya akan terus memperkuat pengenalan destinasi unggulan Indonesia di pasar Korea Selatan. Kami ingin menginspirasi wisatawan dunia untuk Go Beyond Ordinary dalam menjelajahi keindahan nusantara,” jelas Yulia.
Melalui kegiatan Indonesia Business Matching 2025, Kemenpar menegaskan komitmennya untuk memperluas pasar dan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata unggulan di Asia Timur. Kolaborasi strategis dengan para mitra Korea Selatan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan membuka peluang investasi baru di sektor pariwisata nasional. (KSC)
TIM REDAKSI







