Jumlah Investor Kripto RI Tembus 13,71 Juta per Maret 2025, Diproyeksi Capai 28 Juta Akhir Tahun

Bursa Bybit Kehilangan $1,5 Miliar dalam Peretasan Kripto Terbesar
Iklan Bitcoin, salah satu mata uang kripto, dipajang di sebuah gedung di Hong Kong, pada 18 November 2021. (Foto: AP)

Meski Transaksi Menurun, Kepercayaan Masyarakat Terhadap Aset Digital Meningkat Tajam

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Industri aset kripto di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif dari sisi jumlah investor. Berdasarkan data terbaru, jumlah investor kripto nasional tumbuh dari 13,31 juta menjadi 13,71 juta orang per Maret 2025. Angka ini mencerminkan pertumbuhan signifikan dalam waktu singkat dan diproyeksikan akan menembus 28,65 juta investor hingga akhir tahun.

Namun demikian, pertumbuhan jumlah investor ini terjadi di tengah tren penurunan nilai transaksi. Pada Maret 2025, total nilai transaksi kripto di Indonesia tercatat sebesar Rp32,45 triliun, sedikit turun dari bulan sebelumnya, yaitu Rp32,78 triliun pada Februari 2025. Adapun pada Januari 2025, nilai transaksi masih mencapai Rp44,07 triliun.

BACA JUGA: Trump Janji Dukung Industri Kripto di Hadapan Para Pemimpinnya

Meski nilai transaksi menurun, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO-ABI), Robby, menyebutkan bahwa pertumbuhan jumlah investor menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kripto sebagai salah satu alternatif instrumen investasi jangka panjang.

“Walaupun kondisi pasar kripto sempat mengalami koreksi ringan pada Maret lalu, kami melihat bahwa masyarakat Indonesia mulai memposisikan aset kripto sebagai bagian dari portofolio jangka panjang mereka,” ujar Robby dalam pernyataan tertulis, Senin (19/5/2025).

Aset Digital Kian Dilirik, Edukasi dan Akses Jadi Kunci

Robby, yang juga menjabat sebagai Chief Compliance Officer (CCO) di platform kripto Reku, menjelaskan bahwa peningkatan partisipasi investor didorong oleh semakin luasnya edukasi serta kemudahan akses terhadap produk-produk kripto.

Menurutnya, kemudahan transaksi, fleksibilitas dalam manajemen portofolio, dan potensi imbal hasil yang tinggi menjadi faktor utama daya tarik kripto.

“Aset kripto sebagai instrumen investasi digital dianggap menawarkan fleksibilitas dan berpotensi memberikan imbal hasil terbilang tinggi dibandingkan instrumen investasi lainnya,” imbuhnya.

Optimisme Terdorong Kenaikan Harga Bitcoin

Robby menambahkan bahwa sentimen positif terhadap pasar kripto juga diperkuat oleh performa Bitcoin (BTC) yang terus meningkat. Berdasarkan data dari CoinMarketCap, pada Senin (19/5/2025), harga Bitcoin berada di kisaran \$102.800 atau sekitar Rp1,6 miliar, dengan level tertinggi harian mencapai \$107.000.

“Kenaikan tersebut hanya terpaut kurang dari 3% dari All-Time-High (ATH) di \$109.100 yang tercatat pada 20 Januari 2025, pasca pelantikan Presiden AS Donald Trump. Kestabilan harga Bitcoin ini memicu optimisme baru, terutama di kalangan investor ritel,” jelas Robby.

OJK: Penurunan Transaksi Bersifat Sementara

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa transaksi kripto di bulan Februari 2025 mengalami penurunan sebesar 25,6%, dibandingkan bulan sebelumnya.

Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, menyebutkan bahwa fluktuasi ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, termasuk gejolak kebijakan tarif dan faktor geopolitik.

“Walaupun secara umum, khususnya Bitcoin, tidak mengalami penurunan sedrastis aset-aset keuangan lainnya, tetap saja ada dampak psikologis terhadap investor,” ujar Hasan kepada media di Jakarta, Kamis (24/4/2025).

Hasan juga menyoroti indeks fear and greed yang menunjukkan pergerakan ke arah “fear”, menandakan adanya penahanan diri dari investor untuk melakukan transaksi aktif.

BACA JUGA: Trump Janji Dukung Industri Kripto di Hadapan Para Pemimpinnya

Prospek Cerah Industri Kripto Indonesia

Kendati menghadapi tantangan jangka pendek, para pelaku industri dan regulator tetap optimis terhadap pertumbuhan sektor kripto di Indonesia. Dengan dukungan regulasi yang jelas, peningkatan literasi finansial, serta penguatan infrastruktur teknologi, ekosistem kripto Tanah Air diprediksi akan terus berkembang pesat.

Para investor disarankan untuk terus memperbarui informasi, menjaga prinsip kehati-hatian, dan memastikan bertransaksi di platform yang terdaftar serta diawasi oleh Bappebti dan OJK. (KSC)

Pos terkait