Jejak Misterius di Ladang: Dugaan Kemunculan Harimau Cemaskan Warga Karo

Jejak Misterius di Ladang: Dugaan Kemunculan Harimau Cemaskan Warga Karo
CEK LOKASI TAPAK HARIMAU: Polsek Kutabuluh didampingi warga melakukan pemeriksaan di titik ditemukannya jejak tapak kaki diduga harimau, Jumat (19/9/2025). (FOTO: Herman Harahap)

KLIKSUMUT.COM | KARO – Suasana tenang di Desa Pola Tebu, Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), mendadak berubah menjadi penuh kecemasan. Warga dikejutkan oleh penemuan jejak kaki yang diduga milik harimau liar di dua lokasi perladangan yang relatif dekat dengan pemukiman warga.

Jejak pertama ditemukan Andika Kaban (36), saat menuju ladangnya di kawasan Perjuma Uruk Kecing, Selasa (16/9/2025) siang sekira pukul 12.00 WIB. Petani ini melihat bekas tapak mencurigakan yang cukup besar dan menyerupai jejak kaki harimau.

Keesokan harinya, Rabu (17/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, temuan serupa dilaporkan oleh Wisnu Saputra Karo-karo di Perjuma Lau Angkat, memperkuat dugaan bahwa satwa liar tersebut memang melintasi wilayah pertanian warga.

BACA JUGA: Petani Cabai Nyaris Tewas Diterkam Harimau di Langkat

Kekhawatiran Masyarakat Meningkat
Temuan ini dengan cepat menyebar di kalangan warga hingga menimbulkan kekhawatiran. Pasalnya, kedua lokasi tersebut merupakan bagian dari area produktif tempat masyarakat menggantungkan hidup sebagai petani. Risiko potensi konflik antara manusia dan satwa liar pun menjadi ancaman nyata.

“Kami khawatir harimau tersebut bisa masuk ke pemukiman atau menyerang warga di ladang. Apalagi banyak warga beraktivitas sejak pagi hingga sore hari,” ujar seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA: Harimau Kembali Mengganas di Langkat, Kali Ini Terkam Buruh Panen Sawit

Tindakan Cepat Aparat dan Koordinasi Lintas Lembaga
Kapolsek Kutabuluh, AKP Poltak H. Hutahean, membenarkan tentang adanya laporan warga terkait temuan tapak harimau.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan laporan tersebut, pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi dengan pemerintah desa, sebagai bentuk antisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan langsung mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di ladang. Untuk sementara, kami minta tidak ada aktivitas di malam hari,” ujar AKP Poltak saat meninjau lokasi, Jumat (19/9/2025).

BACA JUGA: Pasca Harimau Mengganas di Langkat, Camat Sei Lepan Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selain itu, Polsek Kutabuluh juga telah melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk melakukan identifikasi terhadap jejak tersebut, termasuk koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan langkah mitigasi yang tepat.

“Informasi ini sudah kami teruskan ke BKSDA dan akan segera ditindaklanjuti. Investigasi lebih lanjut akan dilakukan bersama tim ahli,” tambahnya.

BACA JUGA: 5 Ekor Harimau Berkeliaran, Buat Resah Warga Pegunungan Desa Pulau Sepang, Agara

Tetap Tenang Namun Harus Waspada
Meski situasi belum dapat dipastikan secara ilmiah, apakah benar itu jejak harimau atau satwa lain, pemerintah desa bersama aparat meminta warga untuk tetap tenang namun harus selalu waspada. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar lainnya, seperti cakaran, suara auman, atau bangkai hewan buruan.

Langkah-langkah antisipatif juga sedang disusun, termasuk kemungkinan pemasangan kamera jebak (camera trap) untuk memverifikasi keberadaan satwa tersebut serta mengumpulkan bukti visual sebagai dasar penanganan lanjutan. (KSC)

REPORTER: Herman Harahap

Pos terkait