Jamrud: Dari Jamrock Hingga Jadi Legenda Rock Indonesia

Jamrud: Dari Jamrock Hingga Jadi Legenda Rock Indonesia
Jamrud (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM – Nama Jamrud sudah lama dikenal sebagai salah satu band rock paling sukses dalam sejarah musik Indonesia. Dengan perpaduan musik hard rock dan heavy metal yang khas serta lirik yang kadang jenaka, band ini berhasil menembus pasar musik arus utama sejak pertengahan 1990-an hingga sekarang.

Band ini telah merilis 13 album studio dan 5 album kompilasi, serta mencatatkan beberapa album dengan penjualan jutaan kopi. Kesuksesan tersebut menjadikan Jamrud sebagai salah satu pionir band cadas yang mampu bersaing di industri rekaman besar di Indonesia.

Perjalanan Jamrud dimulai pada 19 Januari 1984 di Cimahi, Jawa Barat. Saat itu band ini berdiri dengan nama Jamrock, diprakarsai oleh gitaris Azis Mangasi Siagian dan bassist Ricky Teddy.

Formasi awal Jamrock terdiri dari: Azis Mangasi Siagian – gitar utama, Ricky Teddy – bass, Ari Suwignyo – keyboard, Yudi – gitar kedua, Robby – vokal dan Budhy Haryono – drum

Pada tahun yang sama mereka mengikuti Festival Rock Se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Log Zhelebour. Dalam ajang tersebut, drummer Budhy Haryono bahkan meraih penghargaan Best Drummer.

Namun perjalanan awal Jamrock tidak selalu mulus. Sejumlah personel keluar masuk band, membuat formasi mereka terus berubah sepanjang akhir 1980-an hingga awal 1990-an.

Perubahan penting terjadi pada 1992 ketika vokalis Krisyanto bergabung. Saat itu formasi band terdiri dari: Azis Mangasi Siagian – gitar, Ricky Teddy – bass, Denny Barnas – drum dan Krisyanto – vokal Tak lama kemudian gitaris Fitrah Alamsyah ikut bergabung, memperkuat warna musik mereka.

Pada 1995, posisi drum akhirnya diisi oleh Sandy Handoko. Formasi inilah yang kemudian dikenal sebagai formasi legendaris Jamrud.

Bacaan Lainnya

Tahun 1995 menjadi titik penting. Jamrock akhirnya diterima oleh label rekaman Logiss Records, milik produser Log Zhelebour.

Namun sebelum merilis album, nama Jamrock diganti menjadi Jamrud. Pergantian nama ini dilakukan untuk menghindari potensi masalah hukum di masa depan sekaligus membuat nama band terdengar lebih khas.

BACA JUGA: Kisah Peterpan: Dari Warung Sate Kelinci ke Puncak Tangga Musik Indonesia

Album debut Nekad dirilis pada 15 Desember 1995 dan langsung terjual sekitar 150 ribu kopi dalam waktu singkat.

Kesuksesan Jamrud terus berlanjut melalui beberapa album populer: Putri (1997) – terjual sekitar 300 ribu kopi, Terima Kasih (1998) – mencapai 800 ribu kopi dan Ningrat (2000) – menembus 2 juta kopi

Album Ningrat menjadi salah satu album rock paling sukses di Indonesia dengan lagu-lagu hits seperti Surti Tejo, Pelangi di Matamu, dan Kabari Aku.

Kesuksesan ini membuat Jamrud meraih berbagai penghargaan termasuk AMI Awards dan melakukan tur besar di berbagai kota bahkan hingga luar negeri.

Di tengah kesuksesan besar, Jamrud juga menghadapi tragedi. Gitaris Fitrah Alamsyah meninggal dunia pada 13 Agustus 1999, disusul drummer Sandy Handoko yang wafat pada 2 Oktober 2000.

Kehilangan dua personel ini sempat mengguncang perjalanan band, namun Jamrud tetap melanjutkan karier musiknya dengan formasi baru.

Kesuksesan album Sydney 090102 pada 2002 semakin mengukuhkan posisi Jamrud di industri musik Indonesia. Album ini direkam di Studio 301 Sydney, Australia dan berhasil terjual lebih dari 1,4 juta kopi.

Beberapa lagu populer dari album ini antara lain: Waktuku Mandi, Naksir Abis, Telat 3 Bulan dan Selamat Ulang Tahun

Pada tahun 2007, vokalis Krisyanto memutuskan keluar dari Jamrud. Band kemudian merekrut vokalis baru dan merilis album New Performance (2009).

Namun pada 2011, Krisyanto akhirnya kembali bergabung dengan Jamrud dan memperkuat formasi band hingga sekarang.

BACA JUGA: Slank: Dari “Anak Slenge’an Cikini” Jadi Legenda Rock Tanah Air! Ini Kronologi Lengkapnya

Saat ini Jamrud beranggotakan: Azis Mangasi Siagian – gitar, Ricky Teddy – bass, Krisyanto – vokal, Danny Rachman – drum dan Mochamad Irwan – gitar

Setelah lebih dari empat dekade berkarya, Jamrud masih aktif merilis karya dan menggelar konser. Pada 2021 mereka juga menggelar konser bertajuk JAMRUD PE25PECTIVE, yang menandai babak baru perjalanan band bersama manajemen baru.

Dengan deretan lagu legendaris dan penjualan album yang fantastis, Jamrud tetap dikenang sebagai ikon rock Indonesia yang berhasil membawa musik cadas ke panggung industri musik mainstream. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait