Inggris Kerahkan Jet Tempur ke Timur Tengah, Starmer Desak De-Eskalasi Perang Israel-Iran

Pesawat jet tempur J-11 China. Foto/REUTERS

KLIKSUMUT.COM | LONDON – Pemerintah Inggris resmi mengerahkan sejumlah aset militer, termasuk jet tempur, ke kawasan Timur Tengah sebagai langkah antisipatif atas memanasnya konflik bersenjata antara Israel dan Iran. Langkah ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dalam perjalanannya menuju pertemuan G7 di Ottawa, Kanada, Sabtu (14/6/2025).

“Kami telah mengerahkan sejumlah aset ke kawasan itu, termasuk jet tempur. Ini adalah langkah darurat untuk mendukung stabilitas dan keamanan regional,” ungkap Starmer kepada wartawan di dalam pesawat, sebagaimana dilansir AFP.

BACA JUGA: Inggris Resmi Jadi Anggota Perjanjian Perdagangan Trans-Pasifik

Ketegangan antara Israel dan Iran meningkat drastis setelah Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Iran pada Jumat (13/6/2025) dini hari. Serangan itu dilaporkan menargetkan fasilitas militer dan nuklir milik Iran, menyebabkan puluhan korban jiwa, termasuk sejumlah tokoh penting seperti komandan tinggi militer dan anggota Garda Revolusi Iran, serta warga sipil.

Sebagai respons cepat, Iran meluncurkan balasan berupa rentetan rudal dan drone ke wilayah Israel, yang berlangsung dari Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Situasi ini mendorong Inggris dan negara-negara sekutunya untuk mengambil tindakan cepat demi menghindari eskalasi lebih lanjut.

Komunikasi Intensif dengan Sekutu dan Iran

PM Starmer mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia menegaskan, “Situasi di kawasan berkembang sangat cepat dan intens. Kami terus berdiskusi dengan para sekutu secara konstan.”

Ia juga menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, terus menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak internasional, termasuk pemerintah Iran. “Pesan utama kami sejak awal adalah de-eskalasi. Semua tindakan dan pembicaraan kami difokuskan pada upaya meredakan ketegangan,” jelas Starmer.

Menurutnya, percakapan dengan PM Netanyahu pada Jumat berlangsung dalam suasana yang konstruktif, terutama terkait isu keamanan Israel dan potensi dampak konflik bagi kawasan.

Inggris Serukan Penahanan Diri dan Lindungi Warga Sipil

Menteri Luar Negeri David Lammy turut menyuarakan keprihatinan atas kemungkinan terjadinya eskalasi lebih luas. Dalam pernyataannya melalui media sosial, Lammy mengatakan, “Kami mendesak seluruh pihak untuk menahan diri. Keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama.”

Lammy juga mengonfirmasi bahwa dirinya telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. “Kami menyampaikan pentingnya meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas regional,” tulisnya.

BACA JUGA: Lebih dari 1.000 Orang Ditangkap pasca Kerusuhan di Inggris

Dukungan Internasional dan Isu G7

Pengerahan aset militer Inggris ini diperkirakan akan menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan negara-negara G7 yang digelar di Kanada. Keir Starmer diperkirakan akan menggalang dukungan diplomatik untuk menekan semua pihak agar menghentikan kekerasan dan mengembalikan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Analis internasional menilai langkah Inggris sebagai bagian dari strategi pencegahan konflik lebih besar yang dapat melibatkan negara-negara besar lainnya. Dengan situasi yang kian dinamis dan ancaman terhadap jalur energi serta keamanan global, tekanan diplomatik menjadi krusial dalam beberapa hari ke depan. (KSC)

Pos terkait