“Pengembangan produk dan juga promosi produk berbasis digital ini juga harus kita kembangkan agar produk-produk pertanian kita semakin dikenal luas dan semakin kompetitif. Pasar dalam dan luar negeri juga harus terus kita perkuat,” katanya.
“Di dalam negeri kita ajak masyarakat untuk mencintai, membeli hasil-hasil pertanian kita sendiri, dan untuk mengkonsumsi pangan yang sehat, produksi bangsa kita sendiri. Pasar di luar negeri, juga digarap dengan intensif dan terintegrasi, terpadu, dan mulai masuk ke pasar-pasar negara-negara non-tradisional yang ini kesempatan dan momentum kita yang sangat baik di kala pandemi sehingga potensi pasar semakin meluas,” papar Jokowi.
Ekspor Komoditas Pertanian Naik Tiga Kali Lipat
Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, Merdeka Ekspor Pertanian bertujuan untuk mempercepat ekspor produk pertanian di seluruh Indonesia, lalu menggerakkan provinsi, kabupaten/kota untuk menyenggarakan ekspor komoditas pertanian, dan mendorong pencapaian gerakan tiga kali lipat ekspor pertanian di seluruh daerah di Indonesia.
Pada tahun 2024 mendatang, pihaknya menargetkan ekspor produk pertanian bisa meningkat tiga kali lipat dibandingkan saat ini. Lewat program gerakan tiga kali lipat Kementerian Pertanian akan melakukan beberapa strategi demi terwujudnya target tersebut.
Pertama, katanya, meningkatkan volume ekspor melalui kerja sama dan investasi dengan pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya. Kedua, menambah ragam komoditi ekspor dalam bentuk olahan hasil pertanian, ketiga mendorong pertumbuhan eksportir baru melalui pertumbuhan agripreneur yang selama ini telah dilatih.
BACA JUGA: Tembus Pasar Internasional, Kampung Matfa Darussalam Ekspor 25 Ton Komoditi Lidi ke Pakistan
Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam acara Pelepasan Merdeka Ekspor tahun 2021 kali ini sebanyak 627,7 juta ton produk pertanian telah diekspor ke 61 negara yang terdiri dari hasil perkebunan sebanyak 564,6 juta ton, tanaman pangan 4,3 juta ton, holtikultura 7,2 juta ton, peternakan 4 juta ton dan beberapa hasil komoditas lainnya.
Ia pun mengakui ekspor produk pertanian Indonesia masih di dominasi perkebunan utamanya kelapa sawit. Maka dari itu, pihaknya mulai memperluas potensi produk pertanian lainnya untuk bisa diekspor.
“Kami mulai mendorong lebih cepat ekspor produk pertanian selain kelapa sawit seperti komoditi porang, sarang burung wallet, lipan, magot seperti yang diperintahkan kepada kami serta komoditi potensial ekspor lainnya yang juga ada di semua provinsi,” katanya.
“Dan kami juga rencanakan minggu depan mulai menjajakan pasar ayam kita ke Hong Kong,” ungkap Syahrul.
Ditambahkannya, dari 514 kabupaten/kota setidaknya ada 173 kabupaten/kota yang belum melakukan ekspor komoditas pertanian. Pihaknya pun mentargetkan pada 2024 mendatang seluruh kabupaten/kota akan mampu melakukan ekspor tersebut. (voa)








