
SAMOSIR | kliksumut.com – Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pertanian dan Perikanan mentaksir dan mencatat Rp 2 milyar lebih kerugian akibat kematian ratusan ton ikan di Pangururan kemarin.
“Perhitungan sementara Rp 2 milyar lebih. Dan, kemarin kami sudah melakukan penguburan ikan yang mati agar tidak menimbulkan masalah kepada masyarakat sekitar,” ujar Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian, Viktor Sitinjak kepada kliksumut.com, Sabtu (24/10).
Baca juga : Ratusan Ton Ikan Mati Mendadak di Keramba Pangururan
Lebih lanjut, pihaknya akan segera menyampaikan laporan tertulis kepada pimpinan agar dapat dibahas ditingkat pengambil kebijakan dan juga melakukan koordinasi ke Dinas Perikanan Provinsi supaya segera melakukan penelitian di tempat ikan-ikan yang mati.
“Kedepan semua pemilik KJA bisa mengikuti aturan yang berlaku agar tidak terjadi lagi hal yang tidak di inginkan,” terangnya.
Sebelumnya, kematian ratusan ikan diduga disebabkan adanya angin kencang dan arus deras di bawah danau yang terus berputar-putar dan mengakibatkan air keruh naik keatas. Sehingga, menerjang ikan yang mengakibatkan oksigen berkurang. Akibatnya ikan-ikan susah bernafas dan mati.
“Ini sebenarnya bisa terjadi akibat dari kurang dalamnya air atau terlalu dangkal lokasi keramba, kami juga sudah sarankan agar keramba ditarik kearah yang lebih dalam dan yang kedua dikurangi ikan dalam keramba agar mudah bernafas,” kata Viktor Sitinjak kemarin.
Baca juga : FK KDT Tolak Relokasi Kerambah Jaring Apung Regal Springs Indonesia
Namun demikian, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan dan melihat kualitas air hingga ada faktor-faktor pengaruh lain. (F.Sianturi)








