KLIKSUMUT.COM – Industri musik Indonesia memiliki banyak nama besar yang memberi warna tersendiri pada perjalanan musik Tanah Air. Salah satunya adalah Humania, duo musik yang dikenal dengan perpaduan unik jazz, pop, dan sentuhan elektronik. Grup ini digawangi oleh Eq Puradiredja dan Heru Singgih, yang sejak awal dikenal memiliki idealisme kuat dalam berkarya.
Sejak terbentuk pada tahun 1993, Humania telah menghasilkan berbagai karya yang meninggalkan jejak penting di dunia musik Indonesia. Lagu-lagu seperti “Terserah”, “Jelita”, “Ya Udah”, “Lepas Kendali”, “Putih”, dan “Bersama” pernah melejit dan menjadi favorit penikmat musik pada masanya.
Kisah Humania bermula dari pertemanan antara Eq Puradiredja dan Heru Singgih saat keduanya menempuh pendidikan di Sydney, Australia. Mereka tinggal di apartemen Redfern dan sering berdiskusi tentang musik.
Kesamaan visi dan selera musik membuat keduanya memutuskan membentuk duo musik bernama Humania pada tahun 1993. Dari sinilah perjalanan panjang mereka di industri musik dimulai.
Humania memulai debutnya dengan merilis album pertama berjudul “Terserah” pada tahun 1994. Album ini langsung menarik perhatian karena konsep musiknya yang berbeda dari tren musik pop Indonesia saat itu.
Kesuksesan tersebut berlanjut dengan dirilisnya album kedua “Sahabat Lama” pada tahun 1996. Album ini semakin memperkuat posisi Humania sebagai salah satu duo musik dengan karakter kuat.
Empat tahun kemudian, mereka kembali merilis album ketiga berjudul “Interaksi” pada tahun 2000. Album ini menunjukkan eksplorasi musikal yang semakin matang, memadukan berbagai unsur seperti jazz, R&B, soul, hingga funk.
Setelah aktif berkarya hingga awal 2000-an, Humania memutuskan untuk vakum dari dunia musik. Selama masa tersebut, masing-masing personel menekuni bidang yang berbeda.
Eq Puradiredja aktif sebagai konseptor festival musik, sementara Heru Singgih berkarier di dunia marketing. Meski demikian, keduanya tetap terlibat di industri musik sebagai produser bagi sejumlah musisi Indonesia.
Selama masa vakum, Humania juga sempat tampil di beberapa panggung besar, termasuk festival musik jazz bergengsi di Indonesia.
Setelah 16 tahun tidak merilis karya baru, Humania akhirnya kembali menyapa penggemar dengan merilis ulang lagu “Waktu Kian Berarti”, karya dari grup musik legendaris Chaseiro. Lagu tersebut menjadi bagian dari album kompilasi penghargaan untuk musisi Candra Darusman.
BACA JUGA: Perjalanan Karier Hijau Daun di Industri Musik Indonesia
Comeback ini menjadi tanda kembalinya Humania ke industri musik dengan semangat baru.
Sejak 2019, Humania mulai kembali aktif merilis karya secara bertahap. Mereka merilis single baru berjudul “Semua Sama” yang mendapat sambutan positif dari penggemar.
Tak berhenti di situ, Humania juga merilis lagu “The Art of Letting Go” yang berkolaborasi dengan penyanyi muda Maizura. Lagu ini menunjukkan bahwa Humania tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan musik modern tanpa meninggalkan karakter khas mereka.
Humania dikenal sebagai salah satu pionir yang menghadirkan perpaduan jazz dengan elemen elektronik di Indonesia. Musik mereka memadukan berbagai genre seperti: Pop Jazz, R&B, Soul, Funk, Adult Contemporary, Jungle Jazz dan Retro Techno Touch
Perpaduan tersebut menciptakan identitas musikal yang unik dan berbeda dari banyak musisi lain di era yang sama.
Dalam proses kreatifnya, Eq Puradiredja memiliki peran besar dalam penulisan lagu-lagu Humania. Banyak karya mereka mengangkat tema hubungan antar manusia, nilai kemanusiaan, hingga relasi spiritual antara manusia dan Tuhan.
Lirik yang reflektif dan penuh makna menjadi salah satu kekuatan utama dari karya Humania.
Selain berkarya sebagai musisi, Humania juga aktif sebagai produser bagi sejumlah musisi terkenal Indonesia. Beberapa di antaranya termasuk: Indra Lesmana, Ermy Kullit, Andien, Marcell, Glenn Fredly, Ruth Sahanaya, Sheila Majid dan Maliq & D’Essentials
Kontribusi ini menunjukkan pengaruh besar Humania dalam perkembangan musik jazz dan pop Indonesia.
Salah satu hal yang membuat Humania berbeda adalah idealisme mereka dalam berkarya. Sejak awal karier, mereka memilih jalur independen dalam mendistribusikan karya.
Meski bekerja sama dengan label besar seperti Musica Studio’s dan EMI Music Indonesia, Humania tetap merilis karya di bawah label mereka sendiri, Swarabumi.
BACA JUGA: Hello, Grup Musik Asal Yogyakarta yang Dijuluki “Maroon 5 Versi Indonesia”
Langkah ini menjadi bukti keberanian mereka untuk tetap mempertahankan prinsip berkarya tanpa harus mengikuti tren industri musik yang terus berubah.
Lebih dari tiga dekade sejak terbentuk, Humania tetap dikenang sebagai duo musik yang membawa warna berbeda dalam industri musik Indonesia. Eksplorasi genre, kualitas produksi, dan idealisme mereka menjadikan Humania salah satu nama penting dalam sejarah musik modern Indonesia.
Kini, dengan karya-karya baru yang terus dirilis, Humania kembali membuktikan bahwa musik berkualitas tidak pernah lekang oleh waktu. (KSC)
TIM REDAKSI





