KLIKSUMUT.COM | MEDAN ~ Curah hujan tinggi yang mengguyur Sumatera Utara (Sumut) sejak beberapa hari terakhir, memicu 65 bencana alam di delapan kabupaten/kota. Polda Sumut langsung menurunkan personel dan peralatan untuk mengevakuasi warga serta menangani situasi darurat.
Kapolda Sumut, Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, melalui Kabid Humas, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyatakan, total ada 29 korban yang terdampak, terdiri dari 12 orang meninggal dunia, 10 luka-luka, dan 7 masih dalam pencarian.
“Selain itu, 2.543 kepala keluarga terdampak, 445 warga mengungsi, serta sejumlah badan jalan terputus,” papar Kombes Ferry.
BACA JUGA: Hujan Deras Picu Banjir Bandang dan Longsor di Tapteng, 4 Tewas
Rangkaian bencana ini terdiri dari 38 tanah longsor, 24 banjir, dua pohon tumbang, dan satu angin puting beliung.
Titik Terparah di Tapteng dan Sibolga
Kombes Ferry merinci, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga menjadi wilayah yang mengalami dampak terparah. Di Tapteng, terjadi delapan titik longsor dan sepuluh titik banjir, menyebabkan empat warga meninggal dan tiga lainnya tertimbun material longsor.
“Di Kota Sibolga, enam titik longsor menewaskan lima orang, melukai tiga orang, dan membuat empat warga masih dalam pencarian.” jelasnya.
BACA JUGA: Hujan Deras Picu Longsor di Aek Sipilit, Warga Tapteng Mulai Mengungsi
Kabupaten dan kota lain seperti Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Tapanuli Selatan, Gunungsitoli, dan Pakpak Bharat juga terdampak longsor, banjir, dan pohon tumbang. Akibatnya, sejumlah badan jalan terputus, rumah warga rusak, dan lalu lintas terganggu.
Polda Sumut Gerak Cepat Evakuasi dan Penanganan Darurat
Untuk menangani kondisi darurat, Polda Sumut menurunkan ratusan personel dari berbagai satuan. Brimob mengirim empat SSK, Ditsamapta 111 personel, Bid Dokkes 12 tenaga medis, dan Bid TIK delapan personel dengan peralatan komunikasi canggih, termasuk drone, mobil repeater, dan perangkat Starlink.
Kombes Ferry menekankan, personel Polda tidak hanya mengevakuasi korban, tetapi juga melaksanakan operasi SAR bersama BPBD, membantu keluarga korban meninggal, mengamankan lokasi rawan, mengatur lalu lintas di jalur tertutup longsor, dan mendirikan posko tanggap darurat di berbagai titik.
BACA JUGA: Longsor Tutup Jalan di Tapteng akibat Hujan Sepekan
“Prioritas kami adalah keselamatan warga. Setiap laporan warga langsung ditindaklanjuti oleh tim di lapangan,” tegas Kombes Ferry.
Berdasarkan analisis cuaca, intensitas hujan masih tinggi dan berpotensi berlanjut beberapa hari ke depan.
“Air di sejumlah lokasi masih bertahan di ketinggian antara 70 cm hingga 4 meter. Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir untuk tetap waspada serta mengikuti arahan petugas,” tambah Kombes Ferry.
BACA JUGA: Hujan Deras Disertai Petir Guyur Medan, Sejumlah Ruas Jalan Terendam Banjir
Polda Sumut bersama pemerintah daerah dan BPBD menyusun langkah antisipasi, seperti membuka akses jalan yang tertutup longsor, menyediakan lokasi pengungsian, mengirim logistik, mendirikan dapur umum, dan memberikan edukasi bencana kepada masyarakat.
“Kami akan terus bekerja maksimal dan memberikan update perkembangan situasi secara berkala. Polda Sumut berkomitmen penuh membantu masyarakat hingga pemulihan tuntas,” tutup Kombes Ferry. (KSC)
LAPORAN: Tim Redaksi








