Harga Pangan Stabil, Satgas Saber Pangan Intensifkan Pengawasan Rantai Pasok

Harga Pangan Stabil, Satgas Saber Pangan Intensifkan Pengawasan Rantai Pasok
Sekretaris Utama Bapanas

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Pemerintah melalui Satgas Saber Pelanggaran Pangan terus memperkuat pengawasan dan intervensi di seluruh rantai pasok guna menjaga stabilitas harga pangan bagi masyarakat. Upaya ini mulai menunjukkan hasil, dengan harga sejumlah komoditas strategis nasional semakin terkendali.

Sejak mulai beroperasi pada awal Februari 2026, Satgas Saber telah melakukan 28.270 kegiatan pemantauan di pasar rakyat, ritel modern, distributor, hingga produsen. Intensitas pengawasan meningkat pada minggu ketiga Februari, dengan tercatat 9.644 laporan pemantauan, menandakan kehadiran pemerintah semakin nyata di hulu hingga hilir pasokan pangan.

Hasil pemantauan menunjukkan tren penurunan dan stabilisasi harga beberapa komoditas penting. Harga gula konsumsi di wilayah barat turun dari Rp17.983/kg menjadi Rp17.525/kg per 25 Februari 2026, atau sekitar 2,5 persen, mendekati harga acuan. Harga daging kerbau beku juga mengalami penurunan signifikan dari Rp105.349/kg menjadi Rp95.194/kg. Sementara itu, harga beras di beberapa zona menurun dan semakin stabil, termasuk beras SPHP yang berhasil ditekan di bawah HET.

“Ketersediaan pasokan yang membaik, mulai berlangsungnya panen, serta kelancaran distribusi menyebabkan tekanan harga di hulu mereda. Hal ini mendukung stabilisasi harga di tingkat konsumen,” ujar Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy, Jumat (27/2/2026).

BACA JUGA: Industri Perhiasan Indonesia Tembus Pasar Global, Ekspor Capai USD 8,4 Miliar

Bacaan Lainnya

Pemantauan di pasar rakyat dan jaringan ritel menunjukkan harga mulai stabil, dengan fluktuasi lebih sempit dibandingkan awal bulan. Intervensi distribusi, koordinasi pengisian stok, serta pengawasan terhadap pelaku usaha terbukti efektif meredam lonjakan harga.

Satgas juga tetap mewaspadai komoditas hortikultura yang fluktuatif akibat cuaca, distribusi antarwilayah, dan pasokan yang belum merata, terutama di wilayah timur Indonesia. Intervensi distribusi dan koordinasi daerah terus dilakukan untuk memastikan stabilisasi merata.

Brigjen Pol. Zain Dwi Nugroho menegaskan pengawasan dilakukan langsung di lapangan, khususnya untuk Minyakita, daging sapi, daging ayam ras, dan cabai rawit merah.

Untuk Minyakita, pemerintah menetapkan pengaturan harga berjenjang dari distributor hingga konsumen akhir, dengan HET Rp15.700 per liter. Skema ini memastikan setiap mata rantai mengambil margin sesuai ketentuan, mencegah kenaikan harga tidak wajar. Harga cabai rawit merah juga melandai, dengan rata-rata nasional Rp66.920/kg, menandakan pasokan lebih lancar.

BACA JUGA: Ramadhan 2026 Dongkrak Ekonomi Nasional, Industri Pengolahan Tumbuh 5,30 Persen

“Kami akan terus memantau pasar dan jalur distribusi hingga April 2026. Jika ada ketidaksesuaian harga atau hambatan pasokan, segera dilakukan langkah korektif agar harga kembali stabil,” tambah Brigjen Zain.

Selain pemantauan, Satgas melakukan pemeriksaan distributor dan produsen, koordinasi pengisian stok, pemberian teguran, hingga penegakan hukum. Hingga kini tercatat: 2.461 pengecekan langsung terhadap distributor dan produsen, 898 koordinasi penanganan stok kosong, 4 kegiatan penegakan hukum, 1 rekomendasi pencabutan izin usaha dan 3 rekomendasi pencabutan izin edar

Dengan langkah masif ini, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga pangan, memastikan distribusi lancar, dan melindungi daya beli masyarakat. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait