Industri Perhiasan Indonesia Tembus Pasar Global, Ekspor Capai USD 8,4 Miliar

Industri Perhiasan Indonesia Tembus Pasar Global, Ekspor Capai USD 8,4 Miliar
IKM Perhiasan

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Industri perhiasan Indonesia semakin menunjukkan taringnya di pasar internasional. Berbasis pada kekuatan desain, keterampilan perajin, dan inovasi, sektor ini tidak hanya mengandalkan komoditas, tetapi juga mengusung nilai estetika, budaya, serta identitas lokal yang kuat.

Produk perhiasan nasional dikenal unggul melalui keragaman desain, penggunaan material berkualitas seperti emas, perak, mutiara, hingga batu mulia, serta sentuhan kearifan lokal. Tren global yang mengarah pada handmade jewellery, custom design, dan sustainable jewellery turut membuka peluang besar bagi pelaku industri dalam negeri untuk memperluas pasar ekspor.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan akses promosi dan jejaring bisnis bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) perhiasan. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui fasilitasi partisipasi pada ajang internasional Jakarta International Jewellery Fair 2026 yang berlangsung pada 12–15 Februari 2026 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat industri perhiasan nasional dari sisi produksi hingga ekspor.

“Kementerian Perindustrian akan terus mengupayakan program dan kebijakan strategis yang mendukung pelaku industri perhiasan nasional melalui perluasan akses pasar, peningkatan kapasitas, serta pengembangan ekspor. Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri perhiasan Indonesia di tengah dinamika pasar global,” ujar Menperin di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA), Kemenperin telah menjalankan berbagai program strategis sepanjang 2025. Program tersebut mencakup: fasilitasi partisipasi pameran nasional dan internasional, program e-Smart IKM, workshop ekspor bagi IKM perhiasan, fasilitasi Program Peningkatan, penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan bimbingan teknis peningkatan kualitas produksi

Memasuki 2026, pemerintah melanjutkan dukungan melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan IKM, serta percepatan transformasi industri 4.0 guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing global.

BACA JUGA: Ramadhan 2026 Dongkrak Ekonomi Nasional, Industri Pengolahan Tumbuh 5,30 Persen

Bacaan Lainnya

Industri perhiasan menjadi salah satu sektor strategis penyumbang devisa negara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, capaian ekspor kumulatif barang perhiasan dan barang berharga pada Januari–November 2025 mencapai USD 8,4 miliar.

Angka ini melonjak 65,29 persen dibandingkan total ekspor sepanjang 2024 (Januari–Desember) yang sebesar USD 5,5 miliar. Kenaikan signifikan tersebut menunjukkan daya saing industri perhiasan Indonesia yang terus menguat di pasar global.

Menperin menambahkan, penguatan ekosistem industri dilakukan melalui peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, perluasan akses pasar ekspor, serta kemitraan antara IKM dan industri besar agar tercipta struktur industri yang kokoh dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia atas konsistensinya menyelenggarakan pameran berskala nasional dan internasional.

“Penyelenggaraan Jakarta International Jewellery Fair menjadi ajang strategis bagi produsen, distributor, toko perhiasan, perusahaan permesinan, desainer, hingga IKM untuk memperluas akses pasar dan menjalin kemitraan bisnis,” ujar Reni saat pembukaan JIJF 2026 (12/2/2026).

Pada JIJF 2026, Kemenperin bersama APEPI memfasilitasi 10 IKM perhiasan hasil seleksi dan kurasi dari Jawa Timur, NTB, DKI Jakarta, dan Banten. Produk unggulan yang ditampilkan didominasi perhiasan mutiara dan batu mulia khas daerah.

Direktur Industri Aneka Reny Meilany mengungkapkan, selama pameran berlangsung, 10 IKM binaan berhasil mencatatkan total penjualan sebesar Rp463.829.000.

BACA JUGA: Menkeu Pimpin Sidang Debottlenecking PSN LNG Abadi Masela

“Capaian ini menunjukkan bahwa IKM perhiasan mampu bersaing dalam ajang pameran berskala nasional maupun internasional,” jelas Reny.

Pemerintah optimistis, sinergi antara regulator, asosiasi, dan pelaku usaha akan terus mendorong pertumbuhan industri perhiasan nasional. Tidak hanya meningkatkan transaksi jangka pendek, partisipasi dalam pameran internasional juga diharapkan membuka peluang kemitraan berkelanjutan dengan buyer nasional maupun global.

Dengan tren global yang semakin mengapresiasi produk bernilai budaya dan keberlanjutan, industri perhiasan Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi pemain utama di pasar dunia. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait