Harga Emas Rebound dan Berkilau di Akhir Pekan, Sinyal Kuat dari Trump & Dolar AS Melemah

Harga Emas Dunia Anjlok Usai Isu Gencatan Senjata Israel-Iran, Investor Lakukan Taking Profit
Foto: Ilustrasi emas (kliksumut.com/AI/ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Harga emas dunia kembali bersinar di akhir pekan setelah sempat diterpa tekanan dalam beberapa hari sebelumnya. Didukung oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), ketidakpastian kebijakan Presiden AS Donald Trump, dan meningkatnya ketegangan global menjelang tenggat kesepakatan dagang, logam mulia ini berhasil mengakhiri pekan dengan senyuman.

Mengacu pada data Refinitiv, harga emas pada Jumat (5/7/2025) tercatat menguat 0,30% ke level US\$ 3.336,34 per troy ons. Kenaikan ini menjadi angin segar setelah sebelumnya ambruk 0,92% pada Kamis (4/7/2025).

BACA JUGA: Harga Emas Dunia Menguat Tiga Hari Beruntun, Ditopang Data Ketenagakerjaan AS yang Melemah

Tak hanya harian, secara mingguan, emas juga mencatatkan penguatan sebesar 1,94%, menandai akhir dari tren negatif dua pekan berturut-turut. Ini menjadi sinyal positif bahwa investor mulai kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Dolar Melemah, Emas Jadi Lebih Murah

Salah satu pendorong utama kenaikan harga emas pekan ini adalah melemahnya indeks dolar AS, yang kini berada di level 9,17—terendah dalam tiga tahun terakhir.

Sebagaimana diketahui, emas diperdagangkan dalam denominasi dolar. Ketika dolar melemah, harga emas menjadi lebih murah** bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan pun meningkat.

“Permintaan terhadap emas cenderung naik saat dolar jatuh dan risiko geopolitik meningkat. Ini yang kita lihat sekarang,” kata Ricardo Evangelista, analis senior di ActivTrades, dikutip dari Reuters.

Trump, Tarif, dan Kekhawatiran Global

Faktor lain yang turut memperkuat harga emas adalah ketidakpastian kebijakan ekonomi Presiden AS Donald Trump. Pengesahan legislasi pemotongan pajak permanen serta pendekatan baru dalam negosiasi dagang turut memicu kecemasan pasar.

Trump sebelumnya menetapkan tenggat 9 Juli 2025 untuk negosiasi dagang, sambil mengancam pemberlakuan tarif timbal balik antara 10% hingga 50%. Namun, sebagian besar tarif tersebut kemudian diturunkan menjadi hanya 10% guna membuka ruang kompromi.

Langkah ini dinilai sebagai indikasi perubahan arah kebijakan dagang Washington dari pendekatan multilateral ke bilateral, yang berpotensi menimbulkan ketidakstabilan pasar global.

Data Ketenagakerjaan AS Jadi Pedang Bermata Dua

Laporan ketenagakerjaan terbaru AS memperlihatkan pertumbuhan pekerjaan non-pertanian Juni melebihi ekspektasi, namun hampir setengahnya berasal dari sektor pemerintahan. Sementara sektor swasta menunjukkan pertumbuhan terendah dalam delapan bulan terakhir.

“Data ini menunjukkan bahwa ekonomi AS memang melambat, tapi belum berhenti sepenuhnya. Hal ini mengurangi urgensi The Fed untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat,” kata Giovanni Staunovo, analis komoditas UBS.

Kabar ini menjadi dilema bagi investor emas, karena harga emas sangat sensitif terhadap kebijakan suku bunga. Pemangkasan suku bunga biasanya mendorong harga emas naik karena menurunkan opportunity cost untuk memegang emas.

Proyeksi Cerah dari HSBC, Goldman Sachs, dan JP Morgan

Meskipun saat ini harga emas masih di bawah level tertinggi historis, proyeksi dari tiga raksasa perbankan dunia menunjukkan masa depan cerah untuk logam mulia ini:

* HSBC merevisi naik proyeksi rata-rata harga emas dua tahun ke depan, seiring dengan meningkatnya risiko geopolitik dan permintaan investor terhadap emas batangan.
* Goldman Sachs bahkan memperkirakan harga emas akan mencapai US\$ 3.700 per troy ons pada akhir 2025, dan tembus US\$ 4.000 pada pertengahan 2026, dengan potensi naik hingga US\$ 4.500 dalam skenario ekstrem.
* JP Morgan juga optimis, memperkirakan harga emas akan menembus US\$ 4.000 per troy ons pada tahun 2026, dengan rata-rata US\$ 3.675 pada kuartal IV 2025. Mereka menyebut risiko condong ke arah kenaikan lebih cepat jika permintaan melebihi perkiraan.

BACA JUGA: Harga Emas Dunia Bangkit! Tembus Lagi Level US\$3.300, Didukung Melemahnya Dolar AS

Arah Positif untuk Emas, Tapi Waspada Ketidakpastian

Kenaikan harga emas di pekan ini menjadi sinyal penting bagi para investor bahwa emas tetap menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian global. Namun, dinamika yang dipengaruhi oleh suku bunga, kekuatan dolar, dan arah kebijakan Trump tetap menjadi faktor penting yang harus dipantau.

Bagi para pelaku pasar dan investor, saatnya memperhatikan peluang dan risiko dengan cermat. Emas kembali bersinar, tetapi volatilitas belum sepenuhnya mereda. (KSC)

Pos terkait