KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Harga emas hari ini, Senin, 17 Agustus 2026, masih menjadi perhatian masyarakat dan investor di tengah momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mengacu pada data perdagangan terakhir yang tersedia pada 16 Agustus 2026, harga emas batangan Antam Logam Mulia untuk ukuran 1 gram berada di level Rp2.675.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam tercatat Rp2.525.000 per gram.
Pada hari ini, 17 Agustus 2026, perlu diperhatikan bahwa pembaruan harga dapat mengikuti jadwal perdagangan dan operasional masing-masing kanal penjualan. Karena itu, angka terakhir yang tersedia menjadi acuan untuk melihat posisi harga emas hari ini.
BACA JUGA: Harga Emas Hari Ini 15 Agustus 2026: Antam Kembali Naik, Simak Harga per Gram dan Buyback
Harga Emas Antam Hari Ini
Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, berikut harga dasar emas Antam pada perdagangan terakhir:
|
Berat |
Harga Dasar |
|
0,5 gram |
Rp1.387.500 |
|
1 gram |
Rp2.675.000 |
|
2 gram |
Rp5.290.000 |
|
3 gram |
Rp7.910.000 |
|
5 gram |
Rp13.150.000 |
|
10 gram |
Rp26.245.000 |
|
25 gram |
Rp65.487.000 |
|
50 gram |
Rp130.895.000 |
|
100 gram |
Rp261.712.000 |
|
250 gram |
Rp654.015.000 |
|
500 gram |
Rp1.307.820.000 |
|
1.000 gram |
Rp2.615.600.000 |
Untuk pembelian yang dikenakan PPh 0,25 persen, harga emas Antam 1 gram tercatat Rp2.681.688.
Sementara itu, harga buyback emas Antam berada di angka Rp2.525.000 per gram, tidak berubah dari posisi sebelumnya.
Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp150.000 per gram antara harga dasar pembelian emas Antam dan harga buyback.
Selisih harga tersebut menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan calon investor, khususnya bagi masyarakat yang membeli emas untuk investasi jangka pendek.
Selain Antam Logam Mulia, harga emas yang tersedia melalui Pegadaian juga menjadi perhatian. Berdasarkan data perdagangan terakhir, emas Galeri 24 1 gram berada di sekitar Rp2.677.000, emas UBS 1 gram sekitar Rp2.736.000, sedangkan Antam 1 gram di Pegadaian berada di kisaran Rp2.782.000.
Perbedaan harga tersebut terjadi karena kanal penjualan, merek, serta struktur harga masing-masing produk tidak sama.
BACA JUGA: Wanita Cantik di Medan Ditangkap Jual Puluhan “Pod Getar”, Polisi Kejar Pemasok
Emas masih menjadi salah satu instrumen yang banyak dipilih masyarakat untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Namun, investor tetap perlu memperhatikan bahwa harga emas dapat mengalami kenaikan maupun penurunan mengikuti kondisi pasar.
Pergerakan harga emas dunia, nilai tukar dolar AS, suku bunga, inflasi, serta kondisi geopolitik global menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi harga emas.
Bagi investor pemula, membeli emas secara bertahap atau dollar-cost averaging (DCA) dapat menjadi salah satu strategi untuk mengurangi risiko membeli seluruh emas ketika harga sedang berada di level tinggi. (KSC)








