KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Siswa Sekolah Al Azhar Medan bersiap mengharumkan nama Kota Medan dan Indonesia di kancah internasional melalui inovasi teknologi robotika. Salah satu inovasi yang dipersiapkan adalah robot transporter yang direncanakan mengikuti ajang kompetisi robotik tingkat internasional di Taiwan pada 2027 mendatang.
Persiapan tersebut menjadi langkah penting dalam mendorong pengembangan kemampuan siswa di bidang teknologi, robotika, dan inovasi. Melalui kompetisi internasional ini, para siswa diharapkan mampu menunjukkan hasil pembelajaran sekaligus membuktikan bahwa pelajar Kota Medan memiliki potensi untuk bersaing di tingkat global.
Hal itu disampaikan Akbar A Wahyudi, siswa Kelas XI Unggulan Jurusan Sosial Humaniora (Sos Hum) Al Azhar Medan, Jalan Pintu Air IV Nomor 314, Kwala Bekala, Medan Johor, saat ditemui dalam kegiatan Teras Belajar Sumut Berkah di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Jumat (23/10/2026).
BACA JUGA: Harga Bahan Pokok Hari Ini di Kota Medan, 23 Oktober 2026: Cabai dan Bawang Jadi Perhatian
“Kita akan mempersiapkan robot transporter untuk diikutsertakan dalam ajang robotik tingkat internasional di Taiwan tahun depan. Persiapan kita sudah matang dan diharapkan robot transporter yang akan dibawa ini mampu menunjukkan kemampuan dalam menjalankan fungsi pemindahan atau pengangkutan objek sesuai dengan sistem yang dirancang,” ujar Akbar.
Menurutnya, pengembangan robot transporter bukan sekadar persiapan mengikuti perlombaan, melainkan juga menjadi sarana bagi siswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh selama proses pembelajaran di sekolah.
Akbar menjelaskan, keikutsertaan dalam kompetisi robotik internasional di Taiwan merupakan kesempatan berharga bagi siswa Al Azhar Medan untuk menguji kemampuan dalam merancang, merakit, hingga mengoperasikan robot.
Robot transporter yang dipersiapkan diharapkan mampu menjalankan fungsi pemindahan atau pengangkutan objek berdasarkan desain dan sistem kendali yang dikembangkan oleh tim.
Untuk mencapai hasil maksimal, proses pengembangan robot membutuhkan perencanaan dan pengujian secara menyeluruh. Tahapan tersebut mencakup penyempurnaan desain, pemrograman sistem kendali, serta pengujian kinerja guna memastikan robot dapat beroperasi sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan kompetisi.
“Setiap tahapan menjadi bagian penting untuk memastikan robot dapat berfungsi sesuai dengan ketentuan dan tantangan yang diberikan dalam perlombaan,” jelasnya.
Akbar mengaku menjadi salah satu siswa yang akan mengikuti ajang robotik internasional tersebut. Ia berharap seluruh persiapan dapat berjalan lancar sehingga robot transporter yang dikembangkan mampu menunjukkan performa terbaik saat berkompetisi dengan peserta dari berbagai negara.
Lebih dari sekadar mengejar prestasi, keterlibatan siswa dalam kompetisi robotik juga diharapkan mampu membentuk keterampilan yang dibutuhkan generasi muda pada masa depan.
Menurut Akbar, siswa yang terlibat dalam pengembangan robot dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan masalah, bekerja sama dalam tim, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Keterampilan tersebut dinilai penting karena kemajuan teknologi semakin memengaruhi berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan dan dunia kerja.
“Selain kemampuan teknis, siswa yang terlibat juga diharapkan mampu mengembangkan keterampilan bekerja sama dalam tim, menyelesaikan masalah, serta berpikir kritis,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kompetisi internasional juga membuka peluang bagi siswa untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman dengan peserta dari berbagai negara. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi robotika sekaligus menjadi inspirasi untuk menghasilkan inovasi baru.
Akbar menilai, keterlibatan Al Azhar Medan dalam kompetisi robotik turut mendukung pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), yakni pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, dan matematika.
Melalui pendekatan STEM, siswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga didorong untuk menerapkan pengetahuan tersebut menjadi karya nyata yang memiliki fungsi dan manfaat.
Pengembangan robot transporter menjadi salah satu contoh penerapan pembelajaran tersebut. Siswa dapat memadukan pengetahuan, keterampilan teknis, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah dalam menghasilkan sebuah inovasi.
Dengan demikian, pengalaman mengikuti kompetisi robotik di tingkat internasional diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi siswa untuk mengembangkan potensi di bidang teknologi pada masa mendatang.
Menjelang kompetisi robotik internasional di Taiwan pada 2027, Akbar berharap dukungan dari berbagai pihak, mulai dari sekolah, guru pembimbing, orang tua, hingga lingkungan pendidikan.
BACA JUGA: Harga Bahan Pokok Hari Ini di Kota Medan, 22 Oktober 2026: Beras, Cabai, Ayam hingga Minyak Goreng
Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan agar pengembangan robot transporter dapat berjalan optimal dan para siswa memiliki kesiapan teknis maupun mental dalam menghadapi persaingan internasional.
Ia juga berharap persiapan yang telah dilakukan dapat membuahkan hasil membanggakan serta menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi.
“Saya berharap semua pihak mendukung dan mendoakan agar persiapan ini berjalan lancar. Saya ingin membawa dan mengharumkan nama Sekolah Al Azhar Medan di mata internasional,” tutup Akbar dengan penuh optimisme.
Rencana keikutsertaan dalam kompetisi robotik di Taiwan tersebut menjadi salah satu langkah siswa Al Azhar Medan untuk menunjukkan potensi generasi muda Sumatera Utara dalam penguasaan teknologi dan inovasi. Dengan persiapan yang matang serta dukungan berbagai pihak, robot transporter yang dikembangkan diharapkan mampu menjadi karya yang membanggakan sekaligus memperkuat semangat pelajar Indonesia untuk berprestasi di tingkat dunia. (KSC)








