Restorasi Mangrove Karang Gading Langkat Dimula

Restorasi Mangrove Karang Gading Langkat Dimula
Papan informasi program pemulihan ekosistem cagar alam terpasang di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading Langkat Timur Laut II, Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Kamis (22/10/2026). (Foto : Kliksumut.com / Dody Ariandi)

‎‎KLIKSUMUT.COM | LANGKAT – Isu kelestarian pesisir Sumatera Utara kini menjadi sorotan global menyusul dimulainya proyek pemulihan ekosistem berskala internasional di Suaka Margasatwa Karang Gading Langkat Timur Laut II, Kamis (22/10/2026). Lewat suntikan dana dan dukungan dari KfW Jerman serta KLHK, program ini tidak hanya berfokus pada pemulihan benteng hijau mangrove yang kritis, tetapi juga menjadi model baru peningkatan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.
‎
‎Langkah strategis ini secara resmi ditandai dengan pemasangan papan informasi program di kawasan cagar alam tersebut, tepatnya di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Keberadaan papan informasi ini sekaligus menjadi simbol dimulainya kolaborasi intensif jangka panjang antara instansi pemerintah dan masyarakat lokal. Proyek ini mengusung visi besar yang tertuang dalam slogan utama mereka: “Mangrove Lestari, Masyarakat Sejahtera”.

BACA JUGA: Kejati Sumut Akhirnya Eksekusi Alexander alias Akuang, Terpidana Perambahan Hutan Langkat
‎
‎‎Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Langkat, Bobby Nopriandy, menyatakan bahwa pemulihan ekosistem ini dirancang secara inklusif. Menurutnya, program rehabilitasi fisik hutan mangrove akan berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan ekonomi warga. Seluruh proses di lapangan dipastikan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH).

‎”Akan segera dilaksanakan pemulihan ekosistem dengan dukungan Forest Program VI, kerja sama Indonesia-Jerman,” ujar Bobby saat memberikan keterangan kepada Kliksumut.com, Kamis (22/10/2026).
‎
‎Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, proyek strategis di areal hutan negara ini telah mendapatkan dukungan penuh dari lintas sektor. Di papan informasi yang baru saja didirikan, terpampang jelas logo resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang bersanding bersama KfW (Kreditanstalt für Wiederaufbau), sebuah lembaga pembiayaan dan pembangunan internasional bereputasi asal Jerman.

BACA JUGA: Kejar-kejaran di Langkat, Polrestabes Medan Gagalkan Pengiriman 24 Kg Sabu ke Palembang, Kurir Dijanjikan Rp360 Juta
‎
‎Melalui program sinergis yang terintegrasi ini, kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading Timur Laut II diharapkan dapat kembali berfungsi optimal sebagai benteng hijau di pesisir timur Sumatera Utara. Proyek ini juga diproyeksikan menjadi role model nasional bagi pemulihan hutan negara berbasis pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. (KSC)

Reporter: Dody Ariandi

Pos terkait