Hamas Siap Kerja Sama dengan Palang Merah, Asalkan Israel Buka Koridor Kemanusiaan Permanen

Hamas Siap Kerja Sama dengan Palang Merah, Asalkan Israel Buka Koridor Kemanusiaan Permanen
Kamp pengungsian digempur Israel

http://KLIKSUMUT.COM | GAZA – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menyatakan siap bekerja sama dengan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) untuk menyalurkan bantuan kepada para sandera Israel yang masih ditahan di Jalur Gaza. Namun, kerja sama itu hanya akan terjadi jika Israel membuka koridor kemanusiaan secara permanen dan menghentikan serangan militer ke wilayah tersebut.

Pernyataan ini datang setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara resmi meminta bantuan Palang Merah dalam menangani kondisi sandera yang dilaporkan mengalami kelaparan dan krisis kesehatan di Gaza.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak akan memperlakukan para sandera secara istimewa di tengah penderitaan seluruh rakyat Gaza,” ujar Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, dalam pernyataan resminya. Namun jika bantuan masuk secara adil dan merata, kami siap memberikan akses kepada Palang Merah.

Di hari yang sama, laporan dari kantor berita Wafa menyebutkan bahwa sedikitnya 70 warga Palestina tewas akibat serangan militer Israel, termasuk 37 orang yang sedang mengantre bantuan makanan. Tragedi ini memperparah krisis kelaparan yang terus memburuk di seluruh wilayah Gaza.

BACA JUGA: Kanada Beri Sinyal Akui Palestina? PM Mark Carney Kritik Israel Usai Macron Umumkan Langkah Prancis di PBB

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, enam orang lainnya meninggal dunia dalam 24 jam terakhir akibat kelaparan dan malnutrisi. Ini menambah panjang daftar korban sipil sejak dimulainya perang pada Oktober 2023.

Dalam beberapa hari terakhir, Hamas merilis tiga video yang menunjukkan dua sandera asal Israel Rom Braslavski dan Evyatar David dalam kondisi sangat lemah dan kekurangan gizi. Gambar-gambar ini memicu kemarahan publik di Israel dan kembali mendesak pemerintah agar segera mencapai **kesepakatan gencatan senjata.

Sementara itu, kantor Netanyahu menyatakan bahwa sang perdana menteri telah berbicara langsung dengan keluarga kedua sandera dan “sangat terkejut” atas kondisi mereka.

Dari total 251 sandera yang diculik dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, sebanyak 49 orang dilaporkan masih berada di Gaza. Militer Israel memperkirakan 27 di antaranya telah meninggal dunia.

BACA JUGA: Israel Gempur Damaskus, Suriah Mundur dari Sweida: Krisis Druze Memicu Ketegangan Global

Televisi Mesir Al Qahera News melaporkan bahwa dua truk berisi 107 ton solar telah disiapkan untuk masuk ke Gaza. Langkah ini disebut sebagai upaya lanjutan untuk mengatasi krisis kemanusiaan, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi apakah bahan bakar tersebut telah benar-benar sampai.

Namun kekerasan masih terus terjadi. Sumber medis dan saksi mata menyebut bahwa pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah warga sipil** di beberapa titik distribusi bantuan, termasuk di dekat Khan Younis, yang menyebabkan puluhan korban jiwa. (KSC)

Pos terkait