Guru Besar USU Sampaikan Petisi Minta Jokowi Netral di Pilpres 2024

Guru Besar USU Sampaikan Petisi Minta Jokowi Netral di Pilpres 2024
Guru Besar USU dan sivitas akademika serta alumni sampaikan petisi terkait netralitas Jokowi di Pilpres 2024 di Gedung Pancasila USU. (foto | Swisma Naibaho)

MEDAN | kliksumut.com – Prihatin dengan kondisi bangsa dan negara saat ini. Sejumlah Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) menyampaikan petisi meminta Presiden Joko Widodo netral dalam Pemilu 2024, Senin (5/2/2024).

Petisi yang disampaikan di Gedung Pancasila (Pendopo) kampus USU, Padang Bulan Medan itu juga melibatkan dari dosen, sivitas akademika hingga alumni USU. Aksi penyampaian sikap yang mereka lakukan itu diawali dengan menyanyikan bersama lagu Satu Nusa Satu Bangsa. Dilaksanakannya pembacaan petisi di Gedung Pancasila karena di tempat itu terdapat nilai-nilai yang sakral.

Dalam penyampaian petisi itu, Guru Besar USU dari Fakuktas Hukum, Prof Ningrum Natasya Sirait menyoroti keprihatinan sikap dan etika Presiden Jokowi yang dinilai tidak netral dalam Pemilu 2024.

Mereka melihat akhir-akhir ini  keresahan di tengah masyarakat adanya berbagai gejala berkaitan dengan rusaknya nilai-nilai etika dan perilaku dalam sistem kehidupan perpolitikan dalam berbangsa dan bernegara.

BACA JUGA:USU Awarding Night 2023 Bentuk Apresiasi Rektor untuk Prestasi Nasional dan Internasional

Pernyataan sikap yang mereka sampaikan itu merupakan upaya menjaga keutuhan hidup berbangsa dan bernegara agar terpelihara suasana tertib, aman, dan damai dalam Pemilu 2024.

Selanjutnya Prof Nurlisa Ginting yang merupakanGuru Besar Fakultas Teknik USU membacakan beberapa pernyataan sikap atau petisi. Pertama, Presiden Republik Indonesia beserta seluruh jajarannya mulai dari pemerintah pusat hingga daerah untuk bersikap netral dalam pelaksanaan Pemilu 2024.

Kedua, KPU dan Bawaslu beserta jajarannya untuk tetap netral, jujur, adil, serta mencegah terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Ketiga, TNI dan Polri untuk tetap netral dan bekerja secara profesional dan maksimal untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam pelaksanaan Pemilu 2024 .

Bacaan Lainnya

Sementara itu Prof Runtung Sitepu yang merupakan mantan rektor USU menyebutkan, mereka ikut terpanggil atas keprihatinannya. “USU secara moral mengingatkan juga seperti apa yang telah disampaikan para guru besar lainnya di Jawa. Semoga didengarkan pemerintah dan pihak Istana,” katanya.

BACA JUGA:Perkuat Program Internasionalisasi, Rektor USU Hadiri Undangan dari Universitas di China

Runtung menyebutkan, siapapun yang terpilih dan menang nantinya agar ketiga capres legowo menerima hasil pemilihan itu.

Mereka berharap agar poin-poin yang disampaikan dapat diimplementasikan dengan baik demi terwujudnya pemilu yang adil, transparan, dan demokratis.

“Kita sangat berharap hal ini dapat dilaksanakan untuk keutuhan berbangsa dan bernegara  persatuan Republik Indonesia tercinta. Semoga apa yang kita sampaikan ini dapat didengar oleh pihak pihak yang saat ini menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan pemilu,” tutupnya. (Swisma Naibaho)

Pos terkait