MEDAN | kliksumut.com – Ada pemberitaan salah satu media online yang menuding penggunaan dana iuran pegawai Tirtanadi. Hanya diperuntukkan kepentingan pengurus Dharma Wanita saja. Itu tidak benar, dan mengarah ke Fitnah.
A salah seorang mantan pengurus Dharma Wanita PDAM Tirtanadi mengatakan, penggunaan dana iuran pegawai Tirtanadi masa kami dikenakan sebesar Rp. 3.000. Iuran sebesar sebenarnya tidak cukup. “Bayangkan saja, untuk setiap pertemuan saja kita tetap mengeluarkan biaya. Memang ada bantuan dari perusahaan, tapi uang kas harus juga dikeluarkan. Untuk menambahi kebutuhan setiap kegiatan,” Kata Istri seorang Kepala Divisi (Kadiv), Sabtu 28 September 2019.
Dikatakannya, bayangkan saja, setiap pertemuan itu setiap bulan pasti ada konsumsinya. Lain lagi kalau ada yang sakit, meninggal dunia dan ada yang pensiun. Pastinya anggaran dari uang kas pastinya diambil. ‘Jadi kalau hanya Rp. 3.000. sebenarnya anggaran itu kurang. “Seandai saja dalam sebulan ada yang sakit, pastinya uang kas juga dikeluarkan. Belum lagi acara-acara hari besar Islam dan kegiatan lainnya, pastinya menggunakan uang kas,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, memang kami para pengurus sering difitnah macam-macam, kami pergi keluar negeri umpamanya. Padahal itu menggunakan dana pribadi masing. Bukan diambil dari dana iuran dharma wanita. “Seandainya memang benar kami jalan-jalan keluar negeri pakai uang iuran dharma wanita bisa dicek kebendahara. Alangkah baiknya, jika ada oknum yang berkomentar demikian dicek and ricek biar tidak timbul fitnah,” harapnya.
Dari informasi yang didapat, ujarnya Pengurus Dharma Wanita sekarang menaikkan iuran sebesar Rp. 10.000. Karena untuk pertemuan rutin setiap bulan perusahaan tidak lagi memberikan bantuan sebagaimana biasa, seperti konsumsi, begitu juga pengajian jika ada.
“Dan bantuan untuk menjenguk yang sakit juga naik 100% dari sebelumnya. Begitu juga yang meninggal juga ada kenaikkan, tapi gak tahu berapa persen. Selain itu, akan ada pemberian cincin emas bagi para pegawai yang pensiun,” tutur Ibu mantan pengurus Dharma Wanita.
Lanjutnya, Setahu saya, Ibu Dirut Tirtanadi selaku Ketua Dharma Wanita selama kenal terlihat baik, bersahaja dan mau berbaur sama para istri pegawai dan tidak ada membeda-bedakan siapapun. “Begitu juga dengan istri direksi bapak Fauzan, juga orangnya baik dan sangat ramah dengan siapapun,” jelasnya.
Z salah seorang Kadiv mengatakan, sebaiknya, kalau kita sudah pensiun ngapai lagi membahas masalah perusahaan tempat kita bekerja. Apalagi sampai mas media, itupun datanya yang disampaikan kurang kongkrit. “Tapi, alangkah baiknyapun gak usahlah menjelek-jelekkan tempat kita bekerja walaupun kita sudah pensiun,” harapnya.
Sementara itu, N Salah seorang pegawai PDAM Tirtanadi bidang pengawasan mengatakan, adanya kenaikkan uang iuran sebesar Rp. 10.000 dari Rp. 3.000 tak masalah. Apalagi ada kenaikkan gaji dari perusahaan, tentunya itu tak sebanding dengan gaji tambahan yang diberikan perusahaan. “Sebenarnya, dizaman sekarang ini bisa kerja saja kita sudah sukur. Sekarang aja, orang cari kerja aja sulit,” ujarnya.
Menurutnya, Dan sebenarnya perusahaan tempat saya kerja sekarang ini. Sudah baik sekali, berbagai fasilitas diberikan perusahaan, apalagi yang mau kita harapkan. Gajinya yang diberikan juga cukup banyak dibandingkan dengan perusahaan BUMD lainnya disumut. “Bersyukurlah kita masih diberikan kemudahan rezeki dari perusahaan tempat kita bekerja,” katanya dengan senyum simpul. (Tim)








