KLIKSUMUT.COM | BALI – Pertemuan bergengsi Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports yang digelar di Bali Beach Convention Center, kawasan The Meru Hotel, memasuki hari kedua pada Senin (4/5/2026). Forum ini menjadi momentum penting bagi negara-negara Asia Tenggara dalam memperkuat kolaborasi sektor kepemudaan dan olahraga di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, secara resmi membuka sesi Ministerial Forum dengan menyampaikan apresiasi atas kehadiran para menteri dan pejabat tinggi dari berbagai negara di kawasan. Menurutnya, partisipasi aktif tersebut mencerminkan komitmen kuat dalam membangun masa depan generasi muda Asia Tenggara.
Di bawah kepemimpinan Erick Thohir, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia berperan sebagai inisiator forum ini. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas kebutuhan mendesak untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi era disrupsi teknologi, tekanan ekonomi, serta dinamika sosial yang terus berkembang.
“Para pemuda saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks, mulai dari derasnya arus informasi, isu kesehatan mental, hingga keterbatasan lapangan kerja,” ujar Erick dikutip, Rabu (6/5/2026).
Ia menambahkan bahwa generasi muda kini semakin peduli terhadap isu-isu strategis seperti kesetaraan kesempatan, perubahan iklim, serta pengembangan kapasitas digital.
BACA JUGA: Kemenpora Buka Pelatihan TPON 2026, Cetak Penggerak Olahraga Nasional dari 38 Provinsi
Dalam forum ini, olahraga tidak lagi dipandang sekadar ajang kompetisi, melainkan sebagai instrumen strategis untuk membangun karakter pemuda sekaligus menggerakkan ekonomi kawasan.
Erick menegaskan bahwa sektor olahraga kini telah berkembang menjadi industri yang menjanjikan melalui penguatan sport industry dan sport tourism. Hal ini membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkarier di luar arena pertandingan.
“Olahraga telah menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi. Ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga peluang industri yang luas,” tegasnya.
Pertemuan ini membahas sejumlah isu prioritas yang menjadi perhatian bersama negara-negara Asia Tenggara, antara lain: Kesehatan mental pemuda, kesempatan kerja dan kewirausahaan, peningkatan keterampilan digital dan Pemberdayaan pemuda berbasis komunitas
Isu-isu tersebut dinilai krusial dalam menciptakan generasi muda yang adaptif, tangguh, dan siap bersaing di tingkat global.
Salah satu hasil penting dari forum ini adalah kesepakatan untuk menjadikan Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports sebagai agenda rutin dua tahunan dengan sistem tuan rumah bergilir.
Menariknya, Filipina secara resmi mengajukan diri sebagai tuan rumah berikutnya. Negara tersebut juga mendorong pembahasan lebih lanjut terkait transformasi SEA Games agar semakin relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan semangat kolaborasi yang kuat, forum ini diharapkan mampu menghasilkan kebijakan konkret yang berdampak langsung pada pengembangan pemuda dan kemajuan industri olahraga di kawasan.
“Kami yakin kerja sama ini akan membawa manfaat besar bagi generasi muda dan menjadikan olahraga Asia Tenggara lebih berdaya saing di tingkat global,” pungkas Erick. (KSC)
TIM REDAKSI








