EDITOR: Bambang Nazaruddin
KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Pemain cricket Sumut, Fatimah Zahrah Albanjari behasil buktikan prestasinya di kancah nasional. Bersama dengan tim, Fatimah tanding di final cabang olahraga (cabor) cricket putri dalam partai final super sixes yang digelar di Lapangan Cerdas, Lubukpakam. Pada tanggal 3 September 2024, tim Sumut berhasil menekuk Bali.
Berkutat di dunia olahraga cricket sejak tahun 2022 dengan proses yang tidak mudah membuatnya terharu ketika ia menjadi atlet asal Deliserdang yang gabung di PON XXI/2024 Aceh-Sumut. Atlet yang dilahirkan di Kota Binjai pada debut pertama tandingnya, berhasil membuahkan prestasi dengan menyumbankan medali emas dan perunggu untuk Sumut. Cewek yang dilahirkan 23 silam ini, bertekad untuk memenangkan pertandingan selanjutnya bersama tim Sumut pada even nasional mendatang.
Pemain bernomor punggung 17 ini, bersama tim berhasil meraih medali emas ke-2 untuk kontingen Sumut Indonesia setelah mengalahkan tim dari Pulau Dewata di ajang PON 2024 yang digelar di Sumut.
BACA JUGA: Motivasi Ibunda, Inke Raih Prestasi Terbaik di PON Aceh Sumut
“Perasaan saya sangat senang dan bangga karena bisa menang di rumah sendiri dengan torehan 1 emas dan 2 perunggu”, ujar anak bungsu dari lima bersaudara ini di Medan, Senin (30/9/2024).
Pengidola Nidji ini menuturkan kebehasilan ini menunjukkan pembinaan atlet cricket di Sumut membuahkan hasil prestasi gemilang. Hasil yang diraih di PON 2024 merupakam program prestasi emas yang menjadi program PCI Sumut yang dikomandoi Wangsa Amin dan Abdul Hakim Siregar yang merupakan dosen di FIK Unimed.
Pendoyan pecal ini merupakan mahasiswi di Universitas Negeri Medan (Unimed), yang gemar berolahraga sejak usianya masih belia. Berbagai olahraga telah ditekuni. Namun, karena perjalanannya yang kurang mulus, pemilik tinggi 159 cm dan berat badan 58 kg ini akhirnya memutuskan untuk mempelajari olahraaga cricket.
“Olahraga cricket sangat seru banget serta dengan tekad yang kuat, semangat yang tinggi, didukung dengan proses latihan yang penuh dengan kedisiplinan. Selama proses Pelatda di mana pelatih, pengurus dan teman-teman sangat baik dan saling mengayomi”, sebut anak dari pasangan Fauzan dan Berisi Nainggolan.
BACA JUGA: Puti Tampil Cemerlang di Arena PON Aceh-Sumut
Cewek berdomisili di Dusun VI, Desa Tandam Hulu I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang ini menjelaskan persiapannya sebelum terjun tanding di PON XXI/2024. Hingga akhirnya bisa meraih medali emas kategori super sixes dan 2 perunggu masing-masing kategori T10, dan last man stand.
“Persiapannya sudah mati-matian, apalagi terakhir menjalani Training Center (TC) di Batalyon Komando 469 Kopasgat Polonia Medan sebelum berlaga di PON. Pokoknya luar biasa lah persiapannya, terus jaga kondisinya juga harus benar-benar bagus dan fit biar mendapatkan hasil yang baik”, pungkas Fatimah. (KSC)








