Dukungan Mengalir untuk Jimmy Kimmel Usai Diskors: “Ini Baru Cancel Culture yang Sebenarnya”

Dukungan Mengalir untuk Jimmy Kimmel Usai Diskors: "Ini Baru Cancel Culture yang Sebenarnya"
Jimmy Kimmel

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Keputusan mengejutkan untuk menskors pembawa acara kondang late night show, Jimmy Kimmel, menuai gelombang reaksi keras dari berbagai kalangan selebriti Hollywood. Para tokoh publik menyuarakan solidaritas mereka melalui media sosial, menyebut tindakan ini sebagai bentuk nyata dari pembungkaman kebebasan berbicara.

Langkah skorsing ini muncul setelah Kimmel menyebut pelaku penembakan yang terkait dengan Charlie Kirk sebagai pendukung MAGA (Make America Great Again) dalam salah satu episode terbarunya. Pernyataan itu segera menuai kontroversi dan menjadi perdebatan nasional.

Aktor kawakan Ben Stiller menjadi salah satu yang pertama angkat suara. Lewat akun X (sebelumnya Twitter), ia menyatakan kekecewaannya: “This isn’t right,” tulis Stiller singkat namun tegas.

BACA JUGA: Madrid es Moda 2025 Resmi Ditutup: Perpaduan Sempurna antara Tradisi, Inovasi, dan Pesona Busana Spanyol

Komedian dan aktris Wanda Sykes juga menyampaikan kekecewaannya lewat unggahan video di Instagram. Ia mengaku seharusnya menjadi bintang tamu di acara Kimmel pada Rabu malam, namun batal karena skorsing tersebut.

“(Trump) tidak mengakhiri perang Ukraina atau menyelesaikan Gaza di minggu pertamanya, tapi dia berhasil mengakhiri kebebasan berbicara di tahun pertamanya. Bagi kalian yang berdoa, sekarang adalah waktunya. Love you Jimmy,” ungkapnya emosional.

Senada dengan Sykes, komedian dan aktor Alex Edelman mengkritik keras keputusan skorsing tersebut:

“This is the actual cancel culture everyone claims to hate so much,” tulisnya di media sosial, merujuk pada seringnya pihak konservatif mengkritik budaya pembatalan (cancel culture), namun justru kini dianggap melakukannya.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Jackie Chan Kembali Tak Tertandingi! “The Shadow’s Edge” Kuasai Box Office China dengan Rp134,8 Miliar dalam 3 Hari

Kasus Jimmy Kimmel kembali menghidupkan perdebatan tentang batas kebebasan berbicara di ranah publik. Apakah seorang pembawa acara tidak lagi memiliki ruang untuk menyampaikan opini politik terutama jika itu mengkritik kelompok tertentu?

Sementara pihak konservatif menyambut skorsing ini sebagai bentuk “pertanggungjawaban”, banyak kalangan progresif melihatnya sebagai alarm bahaya atas menipisnya ruang demokrasi dalam media arus utama. (KSC)

Pos terkait