KLIKSUMUT.COM | DELISERDANG – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang menggelar lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan, Kamis, (28/8/2025). Dari 119 peserta yang mendaftar, 50 diantaranya dinyatakan memenuhi kualifikasi akan mengikuti lomba serupa di Jakarta.
Hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Deliserdang, Zainal Abidin Hutagalung, sekaligus membuka secara resmi lomba yang berlangsung di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah, Jl. Negara, Petapahan, Kecamatan Lubuk Pakam, Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut).
Dalam sambutannya, Zainal menekankan pentingnya membaca dan menulis bagi generasi muda, tidak hanya untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, namun juga dapat membuka kerangka berfikir dalam upaya menemukan terobosan baru.
“Indonesia emas ada di pundak generasi muda. Membaca dan menulis adalah bekal penting untuk menghadapi masa depan,” ujar Zainal.
BACA JUGA: Raih Juara 1, Perpustakaan dan Pustakawan UMSU Wakili Sumut di ALIA dan IALA FPPTI Tingkat Nasional
Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Mhd Salim selaku pihak penyelenggara lomba menyebutkan, animo generasi muda tergolong tinggi mengikuti lomba. Para peserta umumnya dari kalangan siswa SLTP dan SLTA sederajat se-Kabupaten Deliserdang.
“Dari cacatan panitia, ada 119 orang yang mendaftarkan diri ikut lomba. Setelah melewati proses penilaian, dipilih 50 orang terbaik,” jelas Salim.
Salim menambahkan, para finalis yang terpilih, nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti lomba serupa tingkat nasional. Para finalis akan mengikuti seleksi lanjutan untuk menentukan perwakilan Deliserdang ke kancah nasional.
“Ini bukan sekadar lomba, tetapi ajang menumbuhkan budaya literasi sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis generasi muda Deliserdang,” jelasnya.
BACA JUGA: Gubernur Sumut Resmikan Gedung Perpustakaan Daerah di Puncak Pesta Oang-Oang Pakpak Bharat
Dalam kegiatan tersebut, salah seorang narasumber, Yulhasni, berbagi pengalaman dengan para peserta lomba, terkait sukses menjadi penulis handal.
“Jangan takut untuk memulai menulis. Menulis memang tidak sulit, tetapi juga tidak mudah. Susah-susah sulit,” ujar Yulhasni.
Pria yang sempat menakhodai keredaksian Harian Sumut Pos ini juga mengingatkan para peserta akan pentingnya kemampuan mengolah data audio visual (video) di era digitalisasi saat ini.
“Perlu kita pahami, resensi itu tidak hanya sekadar menulis. Lebih dari itu, generasi muda yang menggeluti dunia resensi, juga perlu membekali diri dengan kemampuan dalam mengemas konten video,” pesan dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini.
BACA JUGA: Wakil Bupati Pakpak Bharat Tinjau Perpustakaan Daerah, Dorong Literasi dan Inovasi
Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut ini juga menekankan kepada para peserta untuk menyuguhkan kemasan resensi dalam bentuk video yang, atraktif dan seru, agar pesan buku sampai kepada khalayak ramai.
“Manfaatkan berbagai aplikasi yang tersedia di smart phone untuk edit video. Kemas dengan baik, agar pesan dan mudah dipahami masyarakat luas,” pesan penulis buku ini. (KSC)








