Pada kesempatan itu, Kocu meminta, Komisioner KPU Medan dalam memilih calon PPK tidak dibebani dengan beragam macam kepentingan. “Harus berani bersikap tegas dengan mencoret nama-nama yang dianggap diragukan integritasnya,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua KPU Kota Medan Agussyah Ramadani Damanik menjelaskan diskusi terbuka dilakukan bagian dari upaya untuk meminta tanggapan masyarakat dalam melihat atau menelusuri rekam jejak calon PPK. Melalui pembahasan rapat rutin di internal, akhirnya disepakati mengundang rekan-rekan media untuk melakukan diskusi terbuka mencari calon PPK berintegritas.
“Karena rekan-rekan media ini tentu punya jangkauan luas di masyarakat. Sehingga sedikit banyak bisa membantu mensosialisasikan terkait tahapan tanggapan masyarakat terhadap calon PPK yang sudah masuk di tahap 10 besar,” kata Agussyah didampingi Komisioner KPU lainnya Edy Suhartono, M. Rinaldi Khair, Nana Miranti, Zefrizal dan Sekretaris Nirwan serta Kasubbag Teknis dan Hupmas KPU Kota Medan Taufiq Harun.
Baca juga : Tingkatkan Sinergitas, Kapolrestabes Silaturahmi Ke Kantor KPU Kota Medan
Calon PPK yang berintegritas menjadi poin penting bagi KPU Medan dalam menyeleksinya. Sepanjang tahapan mulai dari pendaftaran terdapat 578 pelamar lalu gugur di seleksi berkas menjadi 441 orang, serta tes tertulis dengan menggunakan CAT tersisa hanya 207 orang yang tersebar di 21 Kecamatan. Hanya Kecamatan Medan Polonia yang tersisa 7 orang mengingat jumlah pelamarnya hanya 10 orang dan gugur 3 orang di seleksi berkas.
Selanjutnya, KPU Medan akan mencari tahu rekam jejak 207 calon PPK baik dari sepak terjangnya selama menjadi PPK atau Panwas jika calon yang bersangkutan adalah mantan penyelenggara, serta melihat rekam jejak di media sosial bagi calon yang belum punya pengalaman menjadi penyelenggara Pemilu.(cu)








