Cuci Darah, Roslan Terbantu Dengan Adanya BPJS Kesehatan

Cuci Darah, Roslan Terbantu Dengan Adanya BPJS Kesehatan

SIBOLGA | kliksumut.com Roslan (64), salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal Kota Sibolga, mengaku bahwa dirinya sangat terbantu dengan adanya Program JKN. Hingga saat ini, Roslan selalu mendapatkan pengobatan gratis atas penyakit ginjal kronis yang dialaminya.

Roslan yang sedang mendapatkan perawatan dialisis atau cuci darah tersebut menceritakan pengalamannya saat memanfaatkan Program JKN untuk pengobatannya saat ini.

Kendati Roslan sudah menjadi peserta JKN sejak tahun 2019 lalu, ia mendaftar sendiri dengan langsung mengunjungi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sibolga. Roslan mengaku bahwa proses pendaftaran yang dilakukannya sangat mudah dan cepat. Pelayanan yang didapatkan oleh Roslan juga sangat memuaskan, dan didukung juga dengan suasana kantor yang bersih dan nyaman terutama bagi orang tua seperti Roslan.

BACA JUGA: BPJS Kesehatan Angkat Bicara Terkait Buruknya Layanan RSUD Tengku Mansyur

“Pada tahun 2021 lalu, saya berobat ke salah satu rumah sakit umum daerah di Sibolga dengan keluhan sakit kepala dan akhirnya diagnosa dokter menyatakan saya mengidap hipertensi, saat itu tekanan darah saya cukup tinggi. Kemudian saya dirawat inap saat itu selama tiga hari. Karena merasa penyakit saya tidak kunjung sembuh, saya melakukan pengobatan selanjutnya ke salah satu rumah sakit swasta di Kota Medan. Di sana saya melakukan pemeriksaan dan dokter mendiagnosa ginjal saya rusak dan sudah stadium lima, sehingga perlu dilakukan cuci darah,” jelas Roslan, Kamis (22/06) di Rumah Sakit Umum DR F.L. Tobing Sibolga.

Bacaan Lainnya

Saat berbincang, Roslan tidak kuasa menahan air matanya saat menceritakan kejadian yang menimpanya tersebut. Namun, wanita yang sehari-harinya disibukkan dengan kegiatannya sebagai seorang ibu rumah tangga ini memiliki tekad yang kuat untuk pulih sehingga ia menjalani pengobatan rawat jalan selama tujuh bulan di rumah sakit swasta di Medan tersebut. Kemudian akhirnya ia kembali lagi ke Sibolga untuk melanjutkan perawatan dialisis atau cuci darah di Sibolga. Ia sadar betul jika sakit sudah datang tidak bisa ditolak.

“Cukup kuatkan mental dan jalani prosesnya hingga akhir. Selama saya menjalani pengobatan tidak ada satu rupiah pun uang yang saya keluarkan. Dari obat-obatan dan pelayanan kesehatan yang saya dapatkan gratis dan sangat memuaskan. Di rumah sakit juga tidak ada perlakuan yang diskriminatif untuk peserta yang menggunakan BPJS Kesehatan atau peserta umum, keduanya mendapat perlakuan yang sama dari proses pendaftaran hingga mendapatkan pelayanan pengobatan,” ungkap Roslan.

Roslan merasa sangat beruntung karena kesehatannya terlah terlindungi oleh Program JKN sejak lama. Menurutnya, jika saat menjalani pengobatan dialisis atau cuci darah saat ini tidak menggunakan BPJS Kesehatan, maka perkiraan biaya yang dikeluarkan kurang lebih lima belas juta rupiah bahkan lebih. Bahkan Roslan mengaku tidak bisa membayangkan berapa jumlahnya karena tidak akan pernah sebanding dengan apa yang sudah ia dapatkan sampai dengan saat ini.

BACA JUGA: Kunjungi RS Metta Medika II Sibolga, BPJS Kesehatan Pastikan Implementasi Trust Mark

“Besar harapan saya kepada seluruh fasilitas kesehatan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan yang ada di seluruh Indonesia agar tetap dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk pesertanya, seperti yang sudah saya alami sendiri. Puji syukur saya ucapkan juga kepada Tuhan yang masih memberi saya kesempatan untuk melewati semua proses ini melalui program JKN ini,” ungkap Roslan.

Sebelum mengakhiri perbincangan, Roslan juga menuturkan bahwa dirinya juga sudah mengunduh Aplikasi Mobile JKN untuk memudahkan proses pengobatan yang akan dilakukannya. Fitur yang sudah pernah digunakan oleh Roslan adalah fitur layanan untuk pindah fasilitas kesehatan dan pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

“Semoga ke depannya BPJS Kesehatan bisa mengembangkan lebih banyak inovasi lagi yang memudahkan pesertanya,” kata Roslan penuh harap.(red)

 

Pos terkait