Chandra Kumala School Sumbang 1.000 Buku lewat Gerakan Membangun 20 Perpustakaan

Chandra Kumala School Sumbang 1.000 Buku lewat Gerakan Membangun 20 Perpustakaan
Ketua Yayasan Pendidikan Cemara Asri, Malahayati Holland, M.A menyerahkan bantuan 1000 buku secara simbolis kepada perwakilan  Yayasan Pelita Kasih Mbincar, Binar Pandia. (kliksumut.com/Swisma)

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Rayakan 25 tahun perjalanan Chandra Kumala School, Yayasan Pendidikan Cemara Asri perkuat komitmennya tumbuhkan budaya membaca melalui program tanggung jawab sosial pendidikan.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyerahkan 1.000 buku kepada SD Swasta Smart School Jalan Golden Land Medan Zoo, Pancur Batu, Kamis (13/8/2026).

Penyerahan 1.000 buku tersebut merupakan  program  gerakan 20 perpustakaan yang dilakukan Ketua Yayasan Pendidikan Cemara Asri, Malahayati Holland, M.A., kepada Ketua Yayasan Pelita Kasih Mbincar Mayangray Ulina Sembiring yang diwakili Binar Pandia.

Hadir juga pada penyerahan buku itu Ms. Chatrine, Manager sekolah dan beberapa guru serta siswa Chandra Kumala School .

BACA JUGA: Chandra Kumala School Hidupkan Kembali Imajinasi Siswa lewat Donasi 1.000 Buku ke YP Budi Agung

Penyerahan bantuan buku ini  memasuki tahun kedua, setelah diserahkan 1.000 buku kepada Yayasan Perguruan Budi Agung, Marelan, pada Desember 2025

Jumlah tersebut mengacu pada Standar Nasional Perpustakaan (SNP) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yang menetapkan sekurang-kurangnya 1.000 judul koleksi sebagai salah satu standar perpustakaan sekola

Sumbangan buku tersebut menjadi bagian dari komitmen Chandra Kumala School untuk membantu membangun 20 perpustakaan baru di sekolah yang membutuhkan.

Penyerahan buku juga dikemas dengan berbagai kegiatan yang melibatkan siswa, sehingga buku tidak hanya diberikan, tetapi langsung diperkenalkan sebagai bagian dari pengalaman belajar dan kegembiraan anak.

Acara diawali dengan penampilan tari dari siswa kelas 4, kemudian dilanjutkan dengan penampilan vokal grup siswa kelas 5.

Kegiatan semakin meriah melalui sesi story telling dari Chandra Kumala School yang diselingi kuis berhadiah.

Ketua Yayasan Pendidikan Cemara Asri, Malahayati Holland, M.A mengatakan program tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial sekaligus kepedulian sesama pelaku pendidikan untuk membuka akses bacaan yang lebih luas bagi anak-anak.

“Buku menawarkan sesuatu yang tak tergantikan, yaitu keheningan, kedalaman, dan kedamaian. Buku membangun dunia batin seorang anak,” ujar Malahayati.

Menurutnya, tidak semua anak memiliki kesempatan untuk dibacakan cerita di rumah.

Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan kurangnya kepedulian orang tua, tetapi juga dapat dipengaruhi keterbatasan kemampuan maupun pemahaman mengenai pentingnya membaca, khususnya membaca untuk kesenangan, bukan sekadar memenuhi kebutuhan pembelajaran di sekolah.

Malahayati mengungkapkan, kecintaannya terhadap buku juga tumbuh dari pengalaman masa kecil.

Meski orang tuanya memiliki keterbatasan literasi dan harus berhenti sekolah untuk bertahan hidup, mereka tetap meyakini pentingnya membaca.

Setiap Minggu, orang tuanya berusaha mengajaknya ke toko buku dan memberikan kesempatan memilih buku meski dengan anggaran terbatas.

Berbagai riset menunjukkan bahwa membaca untuk kesenangan tidak hanya membantu mengembangkan kemampuan bahasa, tetapi juga berkontribusi terhadap kesehatan mental, empati, dan imajinasi anak.

Karena itu, buku memiliki peran penting dalam membentuk cara anak memahami dirinya, orang lain, dan dunia di sekitarnya.

Malahayati juga mengutip penulis Neil Gaiman yang menggambarkan dongeng sebagai cara untuk mengajarkan anak bahwa naga memang ada, tetapi naga juga dapat dikalahkan.

Disebutkannya, “naga” itu dapat dimaknai sebagai berbagai persoalan dalam kehidupan, mulai dari korupsi, keserakahan, penindasan hingga kejahatan dalam berbagai bentuk.

“Semua itu ada, tetapi semua itu bisa dikalahkan,” ujarnya.

Dalam momentum 25 tahun Chandra Kumala School, Yayasan Pendidikan Cemara Asri menargetkan pembangunan 20 perpustakaan baru di sekolah-sekolah yang membutuhkan.

Menurut Malahayati, perpustakaan yang dibangun nantinya tidak sekadar menjadi ruangan yang dipenuhi buku, tetapi menjadi ruang tumbuh bagi generasi masa depan.

Dia berharap dari ruang-ruang tersebut lahir pemimpin yang tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga integritas, empati, imajinasi, kreativitas, dan keberanian untuk menciptakan perubahan.

“Jika perpustakaan ini mampu membuat satu anak saja jatuh cinta pada cerita dan percaya bahwa ia bisa mengatasi tantangan hidupnya, maka misi kami telah berhasil,” katanya.

Malahayati juga mengajak para pendidik untuk turut menikmati dan memanfaatkan buku-buku yang disumbangkan, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan sekolah-sekolah lain.

Menurutnya, gerakan literasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar budaya membaca dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen pendidikan bersama-sama menjaga semangat membaca dan memastikan anak-anak memiliki akses terhadap buku yang berkualitas.

“Terima kasih, dan mari kita terus menyalakan lentera literasi untuk anak-anak kita,” imbuhnya

Sementara itu  perwakilan Yayasan Pelita Kasih Mbincar, Binar Pandia.dalam sambutannya menyambut baik bantuan tersebut.

Dia menilai 1.000 buku yang diterima bukan sekadar tambahan koleksi perpustakaan, tetapi menjadi 1.000 kesempatan bagi para siswa untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi.

BACA JUGA: Unpab Dipercaya Pemko Pelaksana Pembangunan Taman Edukasi Bencana Medan Berkah

Para siswa juga diingatkan agar memanfaatkan buku-buku tersebut dengan membaca secara rajin.

“Artinya, kalian mendapatkan seribu kesempatan untuk lebih berprestasi. Tugas kita hanya satu, kita harus baca dengan rajin dan menjaga buku-buku ini. Jangan dikoyakkan, jangan dicoret-coret,” ujarnya  di hadapan para siswa.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Chandra Kumala School atas kepedulian dan kesempatan yang diberikan melalui program tersebut.

Bantuan 1.000 buku dinilai menjadi sesuatu yang luar biasa bagi sekolah dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para siswa dalam meningkatkan minat baca.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan membaca buku bersama di perpustakaan sekolah tersebut. (KSC)

Reporter: Swisma

Pos terkait