KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memastikan kualitas stok beras yang tersimpan di seluruh gudang tetap aman dan layak dikonsumsi masyarakat. Pengawasan dilakukan secara berkala melalui serangkaian pemeriksaan ketat, mulai dari pengendalian hama, fumigasi, hingga uji laboratorium.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, mengatakan pengecekan kualitas beras menjadi bagian dari komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memberikan jaminan keamanan pangan bagi masyarakat.
“Pengecekan kualitas beras dilakukan secara berkala untuk memastikan masyarakat memperoleh beras yang aman dan layak konsumsi,” ujar Budi di Medan, Minggu (21/6/2026) kepada sejumlah wartawan.
BACA JUGA: Bulog Sumut Siap Salurkan Bantuan Beras dan Minyak pada Ramadan 2026
Dalam menjaga mutu beras selama masa penyimpanan, Bulog Sumut menerapkan pengendalian hama setiap bulan. Selain itu, fumigasi atau proses pengasapan untuk mencegah serangan hama dilakukan setiap tiga bulan sekali.
Tak hanya itu, pemeriksaan laboratorium juga digelar setiap enam bulan untuk memastikan kualitas beras tetap memenuhi standar keamanan pangan. Pengujian tersebut mencakup kadar kimia, residu, hingga kelayakan produk sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
“Seluruh proses kami mengacu pada kaidah keamanan pangan, sehingga beras dipastikan aman dan bebas dari bahan kimia berbahaya yang melebihi ambang batas,” jelasnya.
Bulog Sumut juga menerapkan sistem pengelolaan pergudangan yang sesuai standar. Tumpukan beras disusun menggunakan alas khusus agar sirkulasi udara dari bagian bawah tetap terjaga, sementara gudang dilengkapi ventilasi yang memadai untuk menjaga kualitas selama penyimpanan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penurunan mutu beras akibat kelembapan maupun gangguan lingkungan lainnya.
Budi menjelaskan, pengawasan tidak berhenti di gudang penyimpanan. Saat proses distribusi, Dinas Ketahanan Pangan setempat turut melakukan pemeriksaan kualitas beras.
Pemeriksaan meliputi kebersihan fisik beras, kandungan kimia, hingga uji tanak guna memastikan beras yang diterima masyarakat tetap memenuhi standar konsumsi.
Saat ini, Bulog Sumut memiliki stok beras sebanyak **56.750 ton** yang siap disalurkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk program bantuan pangan pemerintah serta Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Menurut Budi, stok tersebut berasal dari hasil penggilingan tahun 2025 dan 2026 serta pasokan dari sejumlah daerah, sehingga kualitasnya masih terjaga dengan baik.
BACA JUGA: Mentan Amran Sulaiman Buktikan Swasembada Beras, Stok Bulog Tembus 4,2 Juta Ton
Bulog juga memiliki prosedur ketat apabila ditemukan beras yang tidak memenuhi standar kualitas. Beras tersebut akan menjalani pengujian ulang, dan apabila tetap dinyatakan tidak layak konsumsi, akan dimusnahkan sesuai ketentuan serta dilaporkan kepada pemerintah.
“Jika tetap tidak layak, beras akan dimusnahkan sesuai prosedur dan dilaporkan kepada pemerintah. Namun hingga saat ini seluruh stok masih dalam kondisi aman,” tegas Budi.
Dengan pengawasan berlapis yang dilakukan secara rutin, Bulog Sumatera Utara optimistis kualitas stok beras tetap terjaga sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sumatera Utara. (KSC)





