Boomerang Reload: Kembali Menggema, Legenda Rock Surabaya Bangkit dari Keheningan

oomerang Reload: Kembali Menggema, Legenda Rock Surabaya Bangkit dari Keheningan
Boomerng

KLIKSUMUT.COM – Setelah sempat vakum dan bubar dua kali, grup musik rock legendaris asal Surabaya, Boomerang, resmi kembali mengguncang dunia musik Tanah Air dengan wajah baru. Band yang kini mengusung nama Boomerang Reload ini menandai babak baru perjalanan panjang mereka sejak pertama kali berdiri pada 8 Mei 1991.

Sebelum dikenal luas sebagai Boomerang, band ini bernama Lost Angels, dibentuk oleh gitaris handal John Paul Ivan bersama Inno Daon (vokal), Hubert Henry Limahelu (bass), dan Petrus Agusty (drum). Setelah Inno hengkang, posisinya digantikan oleh Roy Jeconiah pada 1992 — formasi yang kemudian melambungkan nama mereka di kancah musik rock nasional.

Tahun 1993 menjadi titik balik besar. Lost Angels berhasil masuk sepuluh besar di ajang Festival Rock Indonesia VII besutan Log Zhelebour, dan lewat lagu “No More” nama mereka mulai dikenal publik. Setahun kemudian, band ini resmi berganti nama menjadi Boomerang, sekaligus merilis album debut mereka yang memuat hits “Kasih” dan “No More”.

Dengan formasi Roy Jeconiah (vokal), John Paul Ivan (gitar), Hubert Henry (bass), dan Farid Martin (drum), Boomerang melejit lewat album legendaris “Kontaminasi Otak” (1995) yang menghadirkan lagu-lagu abadi seperti “Bawalah Aku” dan “O-Ya”.

Puncaknya, mereka tampil di depan 20 ribu penonton sebagai band pembuka konser Mr. Big di Stadion Tambaksari, Surabaya, pada 15 Mei 1996. Album demi album lahir: “Disharmoni” (1996), “Segitiga” (1998), hingga “X’Travanganza” (2000), yang memperlihatkan Boomerang sebagai band dengan eksplorasi musikal tinggi dan karakter rock yang kuat.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: KLa Project: Perjalanan Legendaris Band Pop Indonesia yang Tak Lekang oleh Waktu

Namun tak selamanya perjalanan mereka mulus. Tahun 2001, Boomerang keluar dari manajemen Log Zhelebour dan bergabung dengan Sony Music Indonesia, merilis “Terapi Visi” (2003) dan “Urbanoustic” (2004).

Pertengahan 2005 menjadi momen pahit: John Paul Ivan hengkang karena perbedaan prinsip, disusul keluarnya Roy Jeconiah dan Andry Franzzy beberapa tahun kemudian. Meski sempat vakum, Boomerang bangkit lewat album “Reboisasi” (2012) dan “Harmonis Tidak Seragam” (2014), namun akhirnya bubar lagi pada 3 November 2020.

Tragedi pun menyelimuti ketika sang bassist sekaligus motor band, Hubert Henry Limahelu, meninggal dunia pada 24 April 2021.

Dua tahun berselang, tepatnya 2022, semangat Boomerang kembali “dihidupkan” lewat proyek Boomerang Reload. Nama “Reload” dimaknai sebagai bentuk “pengisian ulang energi” dari warisan musik yang pernah menggema di era 90-an.

Formasi baru ini diisi oleh John Paul Ivan (gitar), Farid Martin (drum), dan Andi Babas (bass). Posisi vokalis masih menjadi misteri hingga akhirnya dua sosok legendaris, Robbie Matulandi (eks-EdanE) dan Irang Arkad (eks-BIP), dipercaya mengisi lini depan saat tampil di Rock In Celebes 2022 di Trans Studio Makassar.

“Boomerang Reload bukan sekadar reuni, tapi upaya kami untuk menjaga semangat rock Indonesia tetap menyala,” ujar John Paul Ivan dalam unggahan di akun Instagram resmi Boomerang.

BACA JUGA: The Mercy’s: Legenda Musik Indonesia dari Medan yang Mendunia, Masih Hidup dalam Hati Penggemar

Boomerang Reload kini aktif tampil di berbagai panggung musik nasional. Meski membawa nama “Reload”, mereka tetap mempertahankan identitas musik rock keras yang menjadi trade mark Boomerang sejak tiga dekade lalu — energik, eksplosif, namun tetap berkarakter kuat.

Dengan formasi yang lebih matang dan semangat baru, Boomerang Reload siap menuliskan babak baru sejarah rock Indonesia, melanjutkan warisan besar yang telah ditorehkan oleh generasi pendahulunya. (KSC)

Pos terkait