Dengan karakter batang eksotis dan daun mini yang rapat, bonsai sancang kini menjadi incaran kolektor tanaman hias. Harganya bisa tembus puluhan juta rupiah!
KLIKSUMUT.COM – Di tengah tren tanaman hias yang terus berkembang, bonsai sancang atau Premna microphylla kembali mencuri perhatian para pecinta bonsai di Indonesia. Ukurannya yang mungil, pertumbuhan daun yang rapat, serta batang yang eksotik membuat tanaman ini tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi.
“Bonsai sancang itu ibarat permata kecil di dunia perbonsaian. Mudah dibentuk, cepat tumbuh, dan sangat responsif terhadap teknik pruning,” ujar Insan, kolektor bonsai asal Medan yang telah 5 tahun bergelut di dunia tanaman hias, kepada KLIKSUMUT, Sabtu (28/6/2025).
BACA JUGA: Tren Bonsai Kimeng di Indonesia Makin Digemari, Ini Alasan dan Cara Perawatannya
Asal-Usul dan Keunikan Bonsai Sancang
Sancang merupakan tanaman asli Asia tropis, dan di Indonesia sangat mudah ditemukan di wilayah pesisir. Namun, saat dibentuk menjadi bonsai, keindahannya meningkat drastis. Batangnya yang beralur kasar dengan cabang-cabang artistik membuat sancang tampak seperti pohon besar di alam bebas, meski hanya berukuran puluhan sentimeter.
“Keunggulan sancang ada pada daunnya yang kecil, sehingga proporsional untuk bonsai. Karakternya kuat, mudah dibentuk menjadi gaya formal upright, informal, cascade, hingga literati,” tambah Insan.
Harga Fantastis, Bisa Capai Puluhan Juta Rupiah
Harga bonsai sancang sangat bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah untuk bahan mentah hingga puluhan juta untuk bonsai jadi dengan desain artistik dan usia puluhan tahun.
Di berbagai pameran bonsai nasional, sancang kerap mendominasi deretan pemenang karena keindahan dan fleksibilitas bentuknya. “Tahun lalu, bonsai sancang milik peserta dari Solo terjual Rp75 juta setelah menjuarai kategori best in show,” ujar Andri.
Tren Meningkat di Kalangan Anak Muda
Tak hanya kalangan tua, bonsai sancang juga diminati generasi muda. Banyak komunitas bonsai di media sosial berbagi tips, teknik shaping, dan perawatan sancang.
“Banyak anak muda sekarang yang tertarik bonsai karena melihat konten-konten viral. Sancang jadi pilihan awal karena cepat tumbuh dan hasilnya memuaskan,” ujar Dicky pencinta bonsai yang ikut komunitas Bonsai ini.
Tips Merawat Bonsai Sancang bagi Pemula
Untuk pemula, berikut beberapa tips dasar merawat bonsai sancang:
* Penyiraman rutin: Sancang menyukai kelembaban, tapi hindari genangan air.
* Pemangkasan rutin: Untuk menjaga bentuk dan merangsang tumbuhnya daun baru.
* Pencahayaan cukup: Letakkan di tempat yang mendapat sinar matahari pagi.
* Pemupukan: Gunakan pupuk organik seimbang setiap dua minggu.
BACA JUGA: Perkembangan Pohon Bonsai di Indonesia: Seni dan Investasi yang Semakin Diminati
Potensi Ekonomi dan Edukasi
Selain sebagai hobi, bonsai sancang juga menjadi peluang ekonomi. Banyak UMKM yang kini menjual bahan bonsai, pot artistik, dan jasa perawatan bonsai.
“Bonsai bisa jadi media edukasi juga. Anak-anak bisa belajar tentang kesabaran, estetika, dan pelestarian alam melalui bonsai sancang,” ujar Dicky. (KSC)








