KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai solusi utama untuk mempercepat elektrifikasi di pulau-pulau terpencil Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari program strategis pemerintah dalam memperluas akses energi hingga ke wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).
Kementerian ESDM menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia telah berlistrik pada 2029. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah memprioritaskan pemasangan PLTS di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi kendala pasokan bahan bakar, logistik, serta kondisi geografis ekstrem.
“Saya kebetulan lahir di Pulau Banda, Maluku. Delapan puluh persen wilayahnya laut, minyak tanah sudah tidak ada, kapal pun sulit. Saya tahu betul penderitaan itu. Karena itu kami akan mendorong program PLTS agar kampung-kampung dan pulau-pulau yang sulit dijangkau tetap bisa menikmati listrik,” ujar Bahlil di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Dorongan pengembangan PLTS juga sejalan dengan target bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) Kementerian ESDM. Pada tahun anggaran 2026, pemerintah menargetkan kontribusi EBT berada di kisaran 17–21 persen.
BACA JUGA: Stabilkan Harga dan Stok, Pemprov Sumut Kembangkan Sentra Cabai Merah di Karo dan Batu Bara
Sebagai perbandingan, bauran listrik dari EBT pada 2025 baru mencapai 15,75 persen. Akselerasi PLTS di daerah terpencil diharapkan mampu mempercepat pencapaian target tersebut sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Selain PLTS, pemerintah juga mengandalkan Program Listrik Desa. Pada 2026, program ini menargetkan penambahan 22.179 pelanggan di 372 lokasi di seluruh Indonesia. Sebelumnya, pada 2025, sebanyak 77.616 rumah tangga di 1.516 lokasi telah menikmati listrik melalui program tersebut.
Tak hanya itu, pemerintah turut memperluas Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Target BPBL tahun 2026 yang semula direncanakan untuk 250 ribu rumah tangga, kini ditingkatkan menjadi 500 ribu pelanggan.
“Target BPBL 2026 kita naikkan menjadi 500 ribu. Ini atas permintaan teman-teman Komisi XII. Kami juga minta dukungan agar program ini tepat sasaran,” kata Bahlil.
BACA JUGA: Bahlil Lahadalia Legalkan 45.000 Sumur Rakyat, Target Lifting Minyak Nasional Naik Drastis
Pada 2025, program BPBL sendiri telah menjangkau 205.968 rumah tangga di berbagai daerah.
Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah memperluas sebaran penerima program kelistrikan nasional. Bahlil memastikan akan merevisi alokasi anggaran 2026 agar lebih fokus pada pemerataan akses listrik di wilayah 3T.
Dengan kombinasi PLTS, Program Listrik Desa, dan BPBL, pemerintah optimistis pemerataan energi listrik dapat terwujud, khususnya bagi masyarakat di pulau-pulau terpencil yang selama ini menghadapi tantangan berat dalam akses energi dan logistik. (KSC)
TIM REDAKSI








