Pengaspalan Desa Lae Parira Diduga Asal Jadi, Rumput Tumbuh Setelah Hitungan Bulan

Pengaspalan Desa Lae Parira Diduga Asal Jadi, Rumput Tumbuh Setelah Hitungan Bulan
Proyek pengaspalan di Desa Lae Parira, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, yang baru saja selesai hitungan bulan, kini memicu sorotan warga. (kliksumut.com/Juniker Berutu)

REPORTER: Juniker Berutu
EDITOR: Wali

KLIKSUMUT.COM | DAIRI – Proyek pengaspalan di Desa Lae Parira, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, yang baru saja selesai hitungan bulan, kini memicu sorotan warga. Pasalnya, jalan yang diaspal menggunakan Dana Desa (DD) tahun 2024 sudah banyak ditumbuhi rumput, bahkan di beberapa bagian, aspal sudah mulai terkelupas.

Proyek pengaspalan yang melibatkan anggaran sebesar Rp176.500.000 di Dusun 2 dengan panjang jalan 274 meter dan lebar 3 meter, serta Rp213.300.000 di Dusun 3 dengan panjang 225 meter, telah rampung beberapa bulan lalu. Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 91 meter. Namun, hasil di lapangan justru mengecewakan masyarakat.

BACA JUGA: Pengaspalan Jalan di Tebingtinggi Dikerjakan Menyalahi Aturan, Dikerjakan Saat Hujan

Tim media yang melakukan investigasi di lokasi, bersama Kepala Desa Lae Parira, Togar Pane, menemukan fakta bahwa di Dusun 2 dan Dusun 3, rumput sudah tumbuh subur di sela-sela aspal. Dugaan sementara, ketebalan aspal yang digunakan sangat minim dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

“Kami melakukan pengaspalan ini hasil musyawarah desa,” ujar Kepala Desa Lae Parira, Togar Pane, ketika dikonfirmasi terkait kondisi jalan tersebut. Ia juga menambahkan bahwa proyek pengaspalan tersebut belum diperiksa oleh pihak inspektorat karena merupakan kegiatan tahun 2024. “Kalau memang ada kekurangan, akan kami perbaiki,” janji Togar Pane pada Selasa (01/10/2024).

Namun, pernyataan ini tidak cukup meredakan kekecewaan warga. Salah satu penduduk setempat, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kekecewaannya, “Kami sangat kecewa dengan hasil pengaspalan ini. Baru tiga bulan, jalan sudah ditumbuhi rumput, dan di beberapa bagian bahkan aspal sudah mulai terkelupas.”

Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek tersebut. Beberapa pihak menilai, pengaspalan ini dilakukan asal-asalan, tanpa memperhatikan kualitas, demi keuntungan pribadi.

BACA JUGA: Masyarakat Dairi Tuntut Pemerintah China Batalkan Pendanaan Proyek Tambang

Warga dan berbagai elemen masyarakat meminta pihak inspektorat Kabupaten Dairi dan dinas terkait untuk segera melakukan audit terhadap proyek ini. Diharapkan, tidak ada lagi penyalahgunaan Dana Desa yang berakibat pada kerugian masyarakat dan kualitas infrastruktur yang buruk.

Jika terbukti ada pelanggaran, ini bisa menjadi preseden buruk bagi pengelolaan Dana Desa di wilayah tersebut. Pengawasan yang ketat dan tindakan tegas dari pihak berwenang sangat diperlukan agar dana yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak disalahgunakan.

Masyarakat Desa Lae Parira berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki kondisi jalan yang telah mereka nantikan lama, demi keselamatan dan kenyamanan bersama. (KSC)

Bacaan Lainnya

Pos terkait