KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Pengurus dan kader PDI Perjuangan Medan Labuhan meminta PT. Agro Jaya Perdana agar menghentikan produksi pengolahan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) apabila masih mengeluarkan bau busuk berupa polusi udara serta membuang limbah ke Sungai Deli yang tepat berbatasan dengan dinding pabrik.
Hal itu disampaikan Ketua PAC PDI Perjuangan Medan Labuhan Rion Arios, S.H., M.H. kepada wartawan Selasa (8/7/2025) didampingi Sekretaris PAC, Farida Hani dalam menyikapi ’nakalnya’ pabrik PT. PT. Agro Jaya Perdana yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso KM 15,5 Cingwan Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan itu yang diduga kerap membuang limbah ke udara sehingga masyarakat sekitar merasakan bau busuk yang sangat menyengat, terutama pada subuh hingga siang hari.
BACA JUGA: Rangkaian Pelindo Day ke-4: Pelindo Regional 1 Belawan Salurkan 500 Paket Sembako ke Panti Asuhan
Rion meminta agar produksi pengolahan CPO Pabrik PT. AJP dihentikan apabila masih belum mampu mengendalikan limbah udara dan limbah cairnya, penghentian itu agar limbah bau busuk dan dugaan limbah cair ke Sungai Deli tidak merugikan masyarakat yang hidup di sekitar pabrik dengan radius 5 kilometer.
Menurut Rion, polusi udara yang busuk itu dapat tercium hingga ke tempat tinggalnya di Perumahan Graha Martubung Cingwan lingkungan V dan VI Kelurahan Martubung. ”Hentikan saja dulu produksinya kalau belum mampu mengelola limbahnya, baik limbah cair dan bau busuk,” tegas Rion.
BACA JUGA: KPK Geledah Rumah Dinas Topan Ginting di Medan, Warga: “Sudah Digaji Negara, Masih Korupsi!”
Sebelumnya warga kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan, menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Agro Jaya Perdana dengan menutup akses keluar masuk pabrik, pada Senin (7/7/2025) dengan aspirasi menyatakan keberatan dengan bau busuk akibat limbah yang dihasilkan pabrik sehingga menganggu masyarakat. Kondisi tersebut telah berulang kali disampaikan warga, namun pengelola pabrik ’bandal’ dan terus mengulang serta membuat masyarakat terganggu, berdampak juga kepada kesehatan warga. (KSC)








