Dalam keterangan tertulis yang sama, epidemiolog UGM Riris Andono Ahmad menjelaskan, peningkatan kasus positif ini merupakan panen dari kasus minggu lalu. Sejak PPKM Darurat, pemeriksaan sampel meningkat lebih dari dua kali lipat, sebagai tindak lanjut dari pengecekan kontak erat minimal 15 kasus.
“PPKM darurat ini tidak akan segera menunjukkan hasil. Apa yang kita temukan saat ini adalah hasil penularan sejak seminggu yang lalu,” jelasnya.
BACA JUGA: Yogyakarta Akan ‘Lockdown’ Akibat Kasus COVID-19 Melonjak
Ia menegaskan, dengan peningkatan pelacakan kontak erat, kemungkinan kasus positif akan terus naik. Bahkan, ia prediksi belum sampai puncaknya.
“Kemungkinan belum (sampai puncak). Kita masih memanen dari penularan minggu yang lalu,” kata epidemiolog yang akrab disapa Doni ini.
Doni menegaskan, saat ini kunci dari PPKM Darurat adalah menghentikan terjadinya kerumunan. Sebab, hal tersebut yang membuat penularan kasus positif selama Juni terus meroket naik.








